Edukasi Masyarakat, RSUD Hanau Kenalkan Logo Obat
MMCKalteng - Pembuang Hulu - RSUD Hanau membuat sebuah video untuk mengajak masyarakat untuk lebih memahami arti logo pada kemasan obat melalui konten edukasi kesehatan yang disampaikan kepada masyarakat, guna meningkatkan kesadaran tentang penggunaan obat yang aman dan tepat, yang dilaksanakan melalui media video edukatif di lingkungan RSUD Hanau, dengan melibatkan tenaga teknis kefarmasian sebagai narasumber, sehingga masyarakat dapat mengetahui perbedaan obat bebas, obat keras, hingga obat dengan resep dokter serta cara penggunaannya yang benar, Senin (13/4/2026).
Kegiatan edukasi ini merupakan bagian dari upaya promotif dan preventif RSUD Hanau dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat. Melalui video yang disebarluaskan, masyarakat diajak mengenali berbagai simbol atau logo yang kerap ditemukan pada kemasan obat, seperti lingkaran hijau untuk obat bebas, lingkaran biru untuk obat bebas terbatas, serta lingkaran merah dengan huruf “K” yang menandakan obat keras.
Baca juga : Sahli Gubernur Yuas Elko Hadiri Launching Gerakan Pangan Murah Serentak Tahun 2023Tenaga Teknis Kefarmasian RSUD Hanau, Regita, menjelaskan bahwa masih banyak masyarakat yang belum memahami arti penting dari logo tersebut. “Logo pada kemasan obat bukan sekadar tanda biasa, tetapi menjadi panduan utama bagi masyarakat dalam menentukan apakah obat tersebut aman digunakan secara mandiri atau harus melalui resep dokter,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kesalahan dalam memahami logo obat dapat berdampak serius terhadap kesehatan. “Misalnya, obat keras yang seharusnya dikonsumsi dengan pengawasan dokter justru digunakan sembarangan. Ini bisa menimbulkan efek samping bahkan memperburuk kondisi pasien,” jelas Regita.
Dalam kegiatan ini, RSUD Hanau juga menekankan pentingnya membaca aturan pakai serta memperhatikan informasi yang tertera pada kemasan obat sebelum mengonsumsinya. Edukasi ini dikemas secara ringan dan menarik melalui video agar mudah dipahami oleh semua kalangan, termasuk generasi muda.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tidak ragu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan jika masih merasa bingung terkait penggunaan obat. RSUD Hanau menyediakan layanan informasi obat melalui instalasi farmasi yang siap membantu memberikan penjelasan secara langsung.
Regita berharap melalui edukasi ini, masyarakat dapat menjadi lebih bijak dalam menggunakan obat. “Kami ingin masyarakat tidak hanya sekadar mengonsumsi obat, tetapi juga memahami jenis dan fungsinya. Dengan begitu, risiko kesalahan penggunaan obat bisa diminimalkan,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, RSUD Hanau terus berkomitmen menghadirkan pelayanan kesehatan yang tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga edukasi sebagai langkah pencegahan demi terciptanya masyarakat yang sehat, cerdas, dan mandiri dalam menjaga kesehatannya. (Yanor Akhmad/Poster: Tim Medos)/Edt:UL
RSUD Hanau