Penutupan Latsar CPNS Gelombang IV, Pemprov Kalteng Perkuat Komitmen Reformasi Birokrasi
MMCKalteng - Palangka Raya – Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Kalimantan Tengah, Sunarti, mewakili Gubernur Kalimantan Tengah secara resmi menutup Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Gelombang IV Golongan II dan III Tahun 2026. Kegiatan penutupan berlangsung di Aula BPSDM Provinsi Kalimantan Tengah, Kamis (30/4/2026).
Dalam sambutannya saat membacakan sambutan tertulis Gubernur Kalteng, Sunarti menegaskan bahwa Latsar CPNS bukan sekadar formalitas administratif, melainkan merupakan gerbang awal dalam pembentukan karakter Aparatur Sipil Negara (ASN).
Baca juga : Wagub Kalteng Hadiri Ramah Tamah dan Pasar Murah Hari Jadi ke-75 Barut, Soroti Arah Pembangunan dari Desa“Saudara-saudara tidak sedang dilatih menjadi pegawai biasa. Saudara sedang ditempa untuk menjadi pelayan publik yang profesional, berintegritas, dan mampu menghadapi kompleksitas birokrasi,” tuturnya.
Ia juga menyoroti bahwa saat ini pemerintah tengah berada dalam era transformasi besar, di mana birokrasi dituntut menjadi lebih cepat, adaptif, dan responsif. Untuk itu, Pemprov Kalimantan Tengah terus mendorong digitalisasi pelayanan publik, penguatan tata kelola pemerintahan yang akuntabel, serta percepatan pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat.
Sunarti berharap para alumni Latsar mampu menjadi agen perubahan di instansi masing-masing, dengan menghadirkan inovasi serta berani memperbaiki sistem yang tidak efektif.
“Keberhasilan Latsar bukan diukur dari kelulusan semata, tetapi dari perubahan kinerja setelah kembali ke instansi. Jadilah ASN yang berani berpikir, bertindak, dan bertanggung jawab,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala BPSDM Provinsi Kalimantan Tengah, Nunu Andriani, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan penutupan Latsar CPNS Gelombang IV yang meliputi Golongan II Angkatan 5 serta Golongan III Angkatan 18 hingga 23.
Ia menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan membentuk ASN yang profesional, berkarakter, serta berpegang teguh pada nilai-nilai dasar ASN, disiplin, dan etika dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat.
“Pelatihan dilaksanakan mulai 13 Februari hingga 30 April 2026 di Kampus BPSDM Provinsi Kalimantan Tengah, dengan jumlah peserta sebanyak 280 orang,” jelasnya.
Evaluasi peserta dilakukan secara komprehensif meliputi aspek akademik, rancangan dan pelaksanaan aktualisasi, sikap dan perilaku, serta penguatan kompetensi teknis. Berdasarkan hasil evaluasi, seluruh peserta dinyatakan lulus.
Nunu Andriani turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta atas dedikasi dan kerja keras selama mengikuti pelatihan. Ia juga mengimbau agar para ASN terus meningkatkan kompetensi guna mendukung daya saing daerah.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan pemerintah daerah, kepala BKPSDM kabupaten terkait, para widyaiswara, serta seluruh peserta Latsar. (Dw/Foto:Kkg)
Dewi Rosmeity