Kolaborasi Sektor Kesehatan Semarakkan Festival Budaya Isen Mulang 2026
MMCKalteng - Pembuang Hulu - Semarak budaya memukau di Bumi Tambun Bungai saat kolaborasi sektor kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah turut memeriahkan Festival Budaya Isen Mulang 2026 yang digelar di Bundaran Besar Palangka Raya melalui penampilan busana adat Dayak, iringan musik tradisional, serta atraksi budaya khas daerah. Kegiatan yang melibatkan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah, RSUD dr. Doris Sylvanus, RSJ Kalawa Atei, dan RSUD Hanau ini menjadi wujud kecintaan terhadap warisan budaya leluhur sekaligus mempererat semangat persatuan dan kebersamaan masyarakat Kalimantan Tengah, Minggu (17/5/2026).
Kehadiran sektor kesehatan dalam Festival Budaya Isen Mulang 2026 menjadi simbol bahwa budaya dan pelayanan kesehatan dapat berjalan beriringan dalam menjaga identitas daerah sekaligus membangun masyarakat Kalimantan Tengah yang sehat, kuat, dan bermartabat. Ribuan masyarakat yang memadati kawasan Bundaran Besar Palangka Raya tampak antusias menyaksikan berbagai penampilan budaya yang ditampilkan oleh peserta dari berbagai instansi dan daerah.
Baca juga : Kalteng Terima DIPA dan TKDD Tahun 2020 Sebesar 17 Triliun Lebih
Nuansa adat Dayak begitu terasa sepanjang kegiatan berlangsung. Ragam busana tradisional dengan ornamen khas Kalimantan Tengah dipadukan dengan iringan musik tradisional yang menggema di pusat Kota Palangka Raya. Tidak hanya menjadi hiburan, festival tersebut juga menjadi media edukasi budaya kepada generasi muda agar tetap mencintai dan melestarikan warisan leluhur di tengah perkembangan zaman modern.
Direktur RSUD Hanau, Atet Kurniadi, menyampaikan bahwa keterlibatan RSUD Hanau dalam Festival Budaya Isen Mulang 2026 merupakan bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya daerah sekaligus memperkuat sinergi pelayanan kesehatan di Kalimantan Tengah. “Atas nama keluarga besar RSUD Hanau, kami merasa bangga dapat menjadi bagian dari Festival Budaya Isen Mulang 2026. Budaya adalah identitas dan kekuatan masyarakat Kalimantan Tengah. Melalui momentum ini, kami ingin menunjukkan bahwa sektor kesehatan tidak hanya hadir memberikan pelayanan medis, tetapi juga turut menjaga nilai-nilai budaya, kebersamaan, dan semangat persatuan masyarakat,” ujar Atet Kurniadi.
Ia juga menambahkan bahwa semangat gotong royong dan filosofi kehidupan masyarakat Dayak menjadi inspirasi dalam membangun pelayanan kesehatan yang humanis dan dekat dengan masyarakat. Menurutnya, budaya dan kesehatan memiliki hubungan erat karena keduanya sama-sama bertujuan menjaga kualitas hidup dan keberlangsungan generasi mendatang.
Festival Budaya Isen Mulang sendiri menjadi agenda tahunan yang selalu dinantikan masyarakat Kalimantan Tengah. Selain menjadi ajang pelestarian budaya, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat persaudaraan antardaerah serta memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada wisatawan dan masyarakat luas. Dengan semangat Isen Mulang yang berarti pantang mundur, kolaborasi sektor kesehatan diharapkan mampu terus memberikan kontribusi positif bagi pembangunan Kalimantan Tengah yang berbudaya, sehat, dan maju. (Yanor Akhmad/Foto: Tim Medos) /Edt: EK
RSUD Hanau