BPB-PK Kalteng Optimalkan Operasi Darat dan Udara Kendalikan Karhutla Selama Musim Kemarau
MMCKalteng - PALANGKA RAYA — Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadaman Kebakaran Provinsi Kalimantan Tengah (BPB-PK Provinsi Kalteng) mengoptimalkan operasi darat dan udara untuk mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meningkat selama musim kemarau Juli 2026. Langkah tersebut dilakukan guna mempercepat penanganan titik api dan mencegah kebakaran meluas.
Berdasarkan data Posko Krisis Karhutla Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) Provinsi Kalimantan Tengah, cuaca panas dan minimnya curah hujan menyebabkan kondisi lahan semakin kering sehingga meningkatkan potensi terjadinya kebakaran. Untuk mendukung upaya penanganan, BPB-PK bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengoperasikan empat armada udara yang terdiri atas dua helikopter water bombing dan dua armada patroli udara.
Baca juga : Karakter dalam BerbahasaKepala Pelaksana BPB-PK Provinsi Kalimantan Tengah, Ahmad Toyib, mengatakan operasi udara menjadi bagian penting dari strategi terpadu bersama tim darat dalam mempercepat pengendalian karhutla, khususnya di wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
"Operasi water bombing sangat membantu pemadaman di lokasi yang sulit dijangkau. Sementara patroli udara berperan penting dalam mendeteksi titik api lebih awal sehingga penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat," ujar Toyib.
Hingga 16 Juli 2026, dua helikopter water bombing telah melaksanakan sebanyak 1.106 sorti dengan total 4.424.000 liter air yang dijatuhkan ke sejumlah lokasi kebakaran.
Helikopter EH-60A/ZK-HKU milik PT Garuda Persada Internasional mencatat 731 sorti dengan total 2.924.000 liter air menggunakan bucket berkapasitas 4.000 liter. Sementara itu, helikopter SA330J Puma/N-814AR milik PT Aviasindo Global Trans melaksanakan 375 sorti dengan total 1.500.000 liter air.
Selain operasi pemadaman, patroli udara terus dilakukan untuk mendeteksi kemunculan titik api sejak dini. Helikopter Bell 206 L3/PK-FBH telah melaksanakan 22 sorti dengan total 69,42 jam terbang, sedangkan pesawat C206B EX/PK-FPU melakukan 9 sorti dengan total 38,13 jam terbang.
Secara keseluruhan, armada patroli udara tersebut telah mencatat 31 sorti dengan akumulasi 107,55 jam terbang. Seluruh operasi udara dipusatkan dari Palangka Raya untuk mendukung penanganan karhutla di berbagai wilayah Kalimantan Tengah.
Toyib menegaskan bahwa keberhasilan pengendalian karhutla merupakan hasil sinergi berbagai pihak, mulai dari BPB-PK, BNPB, TNI, Polri, Manggala Agni, pemerintah kabupaten dan kota, hingga para relawan yang bekerja bersama di lapangan.
Selain mengoptimalkan operasi pemadaman, BPB-PK Provinsi Kalimantan Tengah juga terus memperkuat upaya pencegahan melalui patroli rutin, pemantauan kawasan rawan kebakaran, serta edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan titik api agar petugas dapat melakukan penanganan secepat mungkin.
"Pengendalian karhutla menjadi tanggung jawab bersama. Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, aparat, dunia usaha, dan masyarakat, kami optimistis risiko meluasnya kebakaran serta dampak kabut asap dapat ditekan selama musim kemarau tahun ini," kata Toyib.
Melalui penguatan sinergi lintas sektor ini, BPB-PK Kalteng berharap potensi meluasnya kebakaran dapat ditekan secara optimal demi mencegah munculnya bencana kabut asap. Langkah ini diharapkan mampu menjaga kesehatan masyarakat, kelestarian lingkungan, serta memastikan aktivitas ekonomi warga tetap berjalan kondusif sepanjang musim kemarau. (Foto : PPID BPBPK Kalteng/O) /Edt: Ek
BPBD PROV KALTENG