MTQH XIX dan FSQ Seruyan 2026 Resmi Dibuka, Bupati Dorong Al-Qur’an Menjadi Pedoman Kehidupan
MMCKalteng – Kuala Pembuang - Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda secara resmi membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadis (MTQH) XIX serta Festival Seni Qasidah (FSQ) Tingkat Kabupaten Seruyan Tahun 2026, Jumat (7/8/2026) bertempat di Islamic Center. Dipusatkan di Kecamatan Seruyan Hilir, kegiatan tersebut menjadi salah satu momentum penting dalam memperkuat syiar Islam sekaligus menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap nilai-nilai Al-Qur’an dan hadis.
Pembukaan MTQH XIX dan FSQ turut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-24 Kabupaten Seruyan. Kehadiran para kafilah dari berbagai kecamatan, dewan hakim, panitera, panitia pelaksana, serta tamu undangan menambah semarak kegiatan yang mengusung semangat kebersamaan dan pembinaan generasi Qur’ani di Kabupaten Seruyan.
Baca juga : Pejabat Negara Kabupaten Gunung Mas Taat Dalam Membayar PajakBupati Seruyan dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas dapat terlaksananya MTQH dan FSQ tahun ini. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mempersiapkan pelaksanaan kegiatan, khususnya Kecamatan Seruyan Hilir sebagai tuan rumah.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Seruyan, saya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya MTQH XIX dan Festival Seni Qasidah ini. Selamat datang kepada seluruh kafilah, dewan hakim, panitera dan seluruh tamu undangan di Kecamatan Seruyan Hilir,” ujar Bupati.
Menurutnya, pelaksanaan MTQH hendaknya tidak dipandang hanya sebagai kegiatan perlombaan yang dilaksanakan setiap tahun. Lebih dari itu, MTQH harus menjadi sarana untuk meningkatkan pemahaman dan pengamalan ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
“MTQH ini jangan hanya kita maknai sebagai sebuah perlombaan atau kegiatan seremonial tahunan. Yang lebih penting adalah bagaimana Al-Qur’an benar-benar kita bumikan, kita pahami kandungannya, kemudian kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.
Bupati berharap melalui MTQH, masyarakat Seruyan semakin dekat dengan Al-Qur’an, baik dalam membaca, menghafal, memahami maupun mengimplementasikan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Menurutnya, nilai-nilai Al-Qur’an memiliki peran penting dalam membentuk karakter masyarakat yang berakhlak, memiliki integritas, serta mampu menjaga persatuan di tengah keberagaman.
Sementara itu, Festival Seni Qasidah dinilai memiliki peran strategis sebagai bagian dari pengembangan seni dan budaya Islami. Kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kreativitas dan bakat seni sekaligus menyampaikan pesan-pesan keagamaan dengan cara yang positif dan menarik.
“Melalui Festival Seni Qasidah, kita ingin memberikan ruang kepada generasi muda untuk menyalurkan bakat dan kreativitasnya dalam seni Islami. Jadikan seni sebagai media dakwah dan syiar Islam yang mampu memberikan nilai positif bagi masyarakat, khususnya bagi generasi muda kita,” kata Ahmad Selanorwanda.
Lebih lanjut, Bupati mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Seruyan untuk menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai kekuatan dalam membangun persaudaraan dan menjaga keharmonisan. Menurutnya, keberagaman yang ada di Kabupaten Seruyan merupakan kekuatan yang harus dirawat bersama melalui semangat persatuan, toleransi dan gotong royong.
Ia juga menilai pelaksanaan MTQH XIX dan FSQ Tahun 2026 memiliki makna khusus karena dilaksanakan bertepatan dengan rangkaian Hari Jadi ke-24 Kabupaten Seruyan. Momentum tersebut diharapkan dapat memperkuat semangat seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama berkontribusi dalam pembangunan daerah.
“Hari Jadi ke-24 Kabupaten Seruyan dan pelaksanaan MTQH serta FSQ ini hendaknya kita jadikan momentum untuk memperkuat kebersamaan. Mari kita terus menjaga persatuan, mempererat ukhuwah dan bersama-sama berkarya untuk mewujudkan Seruyan yang semakin sejahtera,” ungkapnya.
Kepada seluruh peserta MTQH, Bupati berpesan agar mengikuti seluruh rangkaian perlombaan dengan menjunjung tinggi sportivitas dan kejujuran. Para peserta yang terdiri atas qari, qariah, hafiz, hafizah, mufasir, mufasirah serta peserta cabang lainnya diharapkan dapat menjadikan kompetisi tersebut sebagai sarana untuk mengukur sekaligus meningkatkan kemampuan.
“Saya berpesan kepada seluruh peserta agar mengikuti perlombaan dengan penuh semangat, menjunjung sportivitas dan kejujuran. Menang atau kalah bukanlah satu-satunya tujuan. Yang terpenting adalah bagaimana kita terus meningkatkan kemampuan dan menjadikan ilmu yang diperoleh sebagai bekal untuk kehidupan serta dakwah,” pesannya.
Selain memberikan motivasi kepada peserta, Bupati juga menyampaikan penghargaan kepada Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ), Lembaga Seni dan Qasidah Indonesia (LASQI), panitia pelaksana, dewan hakim, pemerintah kecamatan, serta seluruh pihak yang telah bekerja sama menyukseskan kegiatan tersebut.
Ia berharap seluruh rangkaian MTQH XIX dan FSQ dapat berjalan tertib, lancar dan penuh keberkahan. Lebih jauh, kegiatan tersebut diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap pembinaan keagamaan serta melahirkan generasi muda Seruyan yang memiliki kecintaan terhadap Al-Qur’an dan seni Islami.
Dengan mengucapkan basmalah, Bupati Ahmad Selanorwanda secara resmi membuka MTQH XIX dan Festival Seni Qasidah Tingkat Kabupaten Seruyan Tahun 2026. Ia berharap kegiatan tersebut dapat mempererat ukhuwah Islamiyah, memperkuat karakter masyarakat, serta menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam mewujudkan Kabupaten Seruyan yang religius, harmonis dan sejahtera.
“Mari kita jadikan MTQH dan Festival Seni Qasidah ini sebagai momentum untuk terus membumikan Al-Qur’an, mempererat persaudaraan dan memperkuat semangat kita untuk bersama berkarya demi Seruyan yang sejahtera,” pungkasnya. (MMCSeruyan/IH)/Edt:UL
Diskominfo Kabupaten Seruyan