Muscab ABPEDNAS Seruyan 2026, Bupati Tekankan Penguatan Peran BPD dan Sinergi Pembangunan Desa
MMCKalteng – Kuala Pembuang – Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda, menghadiri sekaligus membuka Musyawarah Cabang (Muscab) Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) DPC Kabupaten Seruyan Tahun 2026, Senin (10/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kelembagaan BPD serta meningkatkan sinergi antara pemerintah desa, masyarakat dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan.
Muscab turut dihadiri unsur pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Seruyan, Kepala DPMD, Inspektur Kabupaten Seruyan, perwakilan ABPEDNAS tingkat pusat dan provinsi, serta jajaran pengurus dan anggota BPD se-Kabupaten Seruyan. Dalam kesempatan tersebut, Bupati menilai keberadaan ABPEDNAS memiliki peran strategis dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan desa, khususnya dalam memperkuat fungsi BPD sebagai lembaga yang menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat.
Baca juga : Doa Lintas Agama Di Malam Tahun Baru 2018Bupati berharap ABPEDNAS tidak sekadar menjadi organisasi formal, tetapi mampu bergerak aktif, membangun komunikasi dan memberikan manfaat nyata bagi pemerintahan serta masyarakat desa. “Kalau pengurusnya mampu menjalankan organisasi dengan baik, merangkul semua pihak dan membangun komunikasi yang sehat, maka organisasi ini akan berfungsi dan memberikan manfaat bagi tata kelola pemerintahan dalam rangka menyukseskan program-program pembangunan,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa demokrasi di tingkat desa harus memberikan ruang yang luas bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam pembangunan. Menurutnya, BPD memiliki posisi penting dalam menyerap, mengkaji dan menyampaikan aspirasi masyarakat melalui mekanisme yang sesuai dengan ketentuan. “Demokrasi yang kita inginkan adalah demokrasi yang wajahnya ceria, wajahnya baik, mempersatukan, memberdayakan dan memuliakan masyarakat,” tegasnya.
Selain memperkuat fungsi kelembagaan, Bupati meminta ABPEDNAS aktif mengikuti perkembangan regulasi dan kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan desa. Informasi mengenai perubahan kebijakan, pengelolaan keuangan desa, pembangunan, pemberdayaan masyarakat hingga program strategis nasional perlu disampaikan kepada seluruh anggota BPD agar dapat dipahami dan diterapkan secara tepat di tingkat desa.
Bupati juga mengingatkan pentingnya sinergi antara kepala desa, perangkat desa dan BPD. Masing-masing memiliki tugas dan fungsi yang berbeda namun saling melengkapi dalam penyelenggaraan pemerintahan desa. “Jangan sampai semua persoalan dibebankan kepada kepala desa. Pemerintahan desa adalah sebuah sistem. Ada kepala desa, perangkat desa dan BPD yang memiliki tugas dan fungsi masing-masing,” jelasnya.
Dalam pengelolaan anggaran desa, ia meminta seluruh pihak mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Anggaran yang berasal dari negara harus digunakan secara tepat sasaran untuk mendukung pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Karena ini adalah uang negara, maka harus dikelola dengan baik, transparan dan akuntabel,” katanya.
Bupati turut mendorong desa-desa di Seruyan agar mampu mengembangkan potensi lokal sesuai karakteristik wilayah masing-masing. Potensi pertanian, perkebunan, perikanan, pariwisata, ekonomi kreatif maupun sektor lainnya dinilai dapat menjadi sumber peningkatan ekonomi masyarakat apabila dikelola secara inovatif. “Bangun desamu sesuai dengan potensi yang dimiliki. Ada desa yang memiliki potensi wisata, ekonomi, perkebunan, perikanan, pantai, danau maupun potensi lainnya. Kreativitas tersebut harus menjadi nilai tambah bagi desa,” ungkapnya.
Dalam bidang peningkatan kapasitas pemerintahan desa, Pemerintah Kabupaten Seruyan juga merencanakan pelaksanaan retret bagi kepala desa yang baru dilantik. Kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat pemahaman mengenai tugas, tanggung jawab, etika pemerintahan serta strategi pembangunan desa sekaligus menjadi ruang membangun kesamaan visi antara pemerintah kabupaten dan pemerintah desa.
Bupati juga mengingatkan pemerintah desa dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim kemarau serta potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Upaya pencegahan perlu dilakukan sejak dini melalui kerja sama pemerintah desa, masyarakat, kepolisian, Masyarakat Peduli Api (MPA) dan seluruh unsur terkait.
Di sektor ekonomi, Pemkab Seruyan terus mendorong terbukanya peluang kerja dan usaha melalui penguatan koperasi serta optimalisasi potensi daerah. Sinergi antara pemerintah, koperasi, masyarakat desa dan dunia usaha diharapkan dapat menciptakan lapangan pekerjaan, meningkatkan pendapatan masyarakat dan membantu menekan angka kemiskinan.
Menutup sambutannya, Bupati menegaskan bahwa pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan seluruh elemen. Perbedaan pandangan, menurutnya, harus menjadi bagian dari proses demokrasi yang sehat dan tidak menjadi alasan untuk memecah persatuan. “Daerah ini milik kita bersama. Tidak mungkin Bupati, Wakil Bupati, DPRD atau pemerintah desa bekerja sendiri. Semua harus terlibat dan bersinergi untuk membangun daerah, memajukan serta menyejahterakan masyarakat,” pungkasnya.
Melalui Muscab ABPEDNAS Tahun 2026, Bupati berharap kepengurusan baru dapat segera melakukan konsolidasi, menyusun program kerja yang konkret serta memperkuat komunikasi dengan seluruh anggota BPD. Pemerintah Kabupaten Seruyan menyatakan siap mendukung keberadaan ABPEDNAS sepanjang organisasi tersebut mampu memberikan manfaat bagi masyarakat dan berkontribusi terhadap penguatan tata kelola pemerintahan desa menuju Seruyan yang maju, mandiri dan sejahtera. (MMCSeruyan/IH)/Edt:UL
Diskominfo Kabupaten Seruyan