Disnakertrans Kobar Kukuhkan FKLPID Masa Bakti 2026–2029
MMCKalteng - Pangkalan Bun - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mengukuhkan Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dengan Industri Daerah (FKLPID) Kabupaten Kobar Masa Bakti 2026–2029 di Aula Hotel Andika Pangkalan Bun, Senin (28/9/2026).
Pengukuhan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi dan kolaborasi antara lembaga pelatihan kerja dengan dunia industri, terutama dalam menyelaraskan program pelatihan dengan kebutuhan kompetensi tenaga kerja.
Baca juga : Wakil Bupati Barito Utara Lepas Kontingen Sumpah Pemuda dan IBAB tahun 2019Kepala Disnakertrans Kobar, Yudhi Hudaya, yang membuka kegiatan sekaligus memberikan arahan, mengatakan keberadaan FKLPID diharapkan dapat menjadi wadah yang mempertemukan kebutuhan industri dengan penyelenggaraan pelatihan kerja di daerah.
“Pengukuhan FKLPID ini menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi dan sinergi antara lembaga pelatihan dengan dunia industri. Kita ingin pelatihan yang dilaksanakan benar-benar sesuai dengan kebutuhan dunia kerja, sehingga kompetensi yang dimiliki peserta pelatihan dapat memberikan manfaat dan membuka peluang mereka untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri,” ujar Yudhi.
Menurutnya, FKLPID memiliki peran penting dalam mengidentifikasi kebutuhan kompetensi di dunia industri dan mendorong lembaga pelatihan menyesuaikan program yang diselenggarakan.
“Kami berharap FKLPID dapat menjadi wadah komunikasi yang aktif, mampu mengidentifikasi kebutuhan kompetensi di dunia industri dan kemudian mendorong lembaga pelatihan untuk menyesuaikan programnya. Dengan demikian, pelatihan kerja tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan kegiatan, tetapi juga pada hasil dan keterhubungan dengan kebutuhan industri,” tambahnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Sub Koordinator Bidang Pengembangan Pendanaan Pelatihan Vokasi Kementerian Ketenagakerjaan RI, Berton Pasaribu, serta narasumber dari FKLPI Pusat, Rochmat Yuwono.
Rochmat mengatakan forum komunikasi antara lembaga pelatihan dan industri diperlukan untuk memperkuat keterhubungan pelatihan vokasi dengan kebutuhan dunia kerja. Menurutnya, FKLPID di daerah perlu diarahkan tidak hanya sebagai forum administratif, tetapi menjadi wadah kolaborasi yang aktif.
“FKLPID di daerah diharapkan tidak hanya menjadi forum komunikasi secara administratif, tetapi benar-benar menjadi wadah kolaborasi antara lembaga pelatihan dan industri. Kebutuhan industri harus dapat menjadi salah satu dasar dalam penyusunan program pelatihan, baik dari sisi jenis kompetensi, standar kemampuan maupun kebutuhan tenaga kerja,” jelas Rochmat.
Ia menambahkan, komunikasi berkelanjutan memungkinkan industri menyampaikan perkembangan kebutuhan kompetensi, sementara lembaga pelatihan menyiapkan sumber daya manusia melalui program yang relevan.
“Kita perlu membangun komunikasi yang berkelanjutan. Industri dapat menyampaikan kebutuhan dan perkembangan kompetensi yang diperlukan, sementara lembaga pelatihan menyiapkan sumber daya manusia melalui program yang relevan. Kolaborasi seperti inilah yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan daya saing tenaga kerja di daerah,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, Feptiono Fitrah Ramadhan dikukuhkan sebagai Ketua FKLPID Kabupaten Kotawaringin Barat bersama jajaran pengurus untuk Masa Bakti 2026–2029.
Pengukuhan turut dihadiri jajaran Bidang Pelatihan Kerja dan Produktivitas Disnakertrans Kobar serta 20 peserta dari Tim FKLPID.
Melalui pembentukan kepengurusan baru tersebut, Disnakertrans Kobar mendorong FKLPID menjalankan fungsi komunikasi dan kolaborasi secara aktif antara lembaga pelatihan dan industri. Sinergi tersebut diharapkan mendukung pengembangan kompetensi dan produktivitas tenaga kerja serta memperkuat keterhubungan pelatihan dengan kebutuhan pasar kerja di Kabupaten Kotawaringin Barat. (Disnakertrans Kobar)/Edt:UL
Diskominfo Kobar