Gubernur Agustiar Sabran Salurkan 1.500 Paket Bantuan Pangan, BLT KHBS untuk 874 KPM, Masker hingga 4.400 Liter Air Bersih untuk Warga Talawang
MMCKalteng – Sampit – Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran kembali turun langsung menemui masyarakat yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Talawang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Minggu (4/10/2026). Kehadiran Gubernur tidak hanya untuk melihat kondisi warga, tetapi sekaligus memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi di tengah situasi kabut asap.
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur menyerahkan 1.500 paket sembako, terdiri dari 1.000 paket bantuan pangan dan tambahan 500 paket dari Gubernur. Bantuan juga diperkuat dengan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Huma Betang Sejahtera (KHBS) sebesar Rp250 ribu per keluarga penerima manfaat kepada 847 KPM, serta 4.400 liter air bersih.
Warga juga mendapatkan dukungan berupa masker dan vitamin untuk membantu menjaga kesehatan selama kualitas udara terdampak karhutla.
Baca juga : Dinas TPHP Prov. Kalteng Dukung Seminar dan Pameran Olahan Hasil Pertanian APTA Universitas Palangka RayaGubernur Agustiar menegaskan, pemerintah harus hadir ketika masyarakat menghadapi kondisi sulit. Menurutnya, kepemimpinan bukan sekadar jabatan, tetapi tentang kemampuan mendengar persoalan masyarakat, mencari solusi, dan memberikan pelayanan yang benar-benar dirasakan warga.
“Kalau masyarakat membutuhkan pangan, air bersih, kesehatan dan pendidikan, pemerintah harus hadir. Kita datang bukan hanya melihat, tetapi mencari jalan keluar,” tegas Gubernur dalam pesannya kepada masyarakat Talawang.
Ia juga menekankan pentingnya memastikan investasi di Kalimantan Tengah berjalan seiring dengan pemenuhan kewajiban perusahaan kepada masyarakat, termasuk tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), plasma, dan kewajiban lainnya. Pemerintah daerah, kata Gubernur, akan terus mendorong penyelesaian berbagai persoalan masyarakat secara dialogis dan mengedepankan solusi.
Di tengah karhutla, Gubernur juga mengajak masyarakat menjaga kesehatan, tetap berpikir positif, serta bijak menggunakan media sosial. Ia meminta masyarakat tidak saling menyalahkan, tetapi bersama-sama mencari jalan keluar dari setiap persoalan yang dihadapi.
“Kita ini petugas bapak dan ibu sekalian. Ketika masyarakat membutuhkan air bersih dan pangan, di situlah pemerintah harus hadir,” ucap Agustiar.
Sekda Kalteng Linae Victoria Aden menjelaskan, bantuan pangan ditujukan bagi masyarakat yang terdampak karhutla, termasuk warga yang belum menerima Kartu Huma Betang Sejahtera. Sementara masyarakat yang telah terdata sebagai penerima KHBS mendapatkan bantuan tunai. Bagi warga yang belum terdata, pemerintah membuka ruang pengusulan melalui relawan, kepala desa maupun camat untuk selanjutnya dilakukan verifikasi dan validasi.
“Jangan berkecil hati bagi yang belum menerima. Silakan melapor dan mendaftarkan diri. Jika hasil verifikasi menyatakan berhak, maka akan mendapatkan hak yang sama,” jelas Linae.
Bupati Kotawaringin Timur H. Halikinnor menyampaikan apresiasi atas kehadiran Gubernur yang secara langsung datang membawa bantuan sekaligus melihat kondisi masyarakat Talawang. Menurutnya, bantuan pangan dan air bersih sangat berarti bagi warga, terutama di tengah kondisi karhutla yang berdampak pada aktivitas dan kebutuhan sehari-hari masyarakat.
“Terima kasih Pak Gubernur. Kehadiran Bapak membawa bantuan yang memang langsung dibutuhkan masyarakat, terutama pangan dan air bersih,” kata Halikinnor.
Kunjungan tersebut menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan perlindungan dan bantuan di tengah situasi sulit. Pemerintah tidak hanya bergerak ketika persoalan muncul, tetapi terus membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan terkait infrastruktur, pendidikan, kesehatan, pangan maupun kebutuhan dasar lainnya agar dapat ditindaklanjuti sesuai kewenangan.
Turut hadir Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda, Wakil Bupati Kotawaringin Timur Irawati, jajaran kepala perangkat daerah Provinsi Kalteng, Forkopimda Kotim, Camat Talawang, serta tokoh masyarakat setempat.(WDY/Foto:RN)
Widia Natalia