Tingkatkan Pelayanan Publik, Bupati Seruyan Dorong Aparatur Terapkan Servant Leadership
MMCKalteng – Kuala Pembuang – Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda, mendorong para aparatur di lingkungan Pemerintah Kabupaten Seruyan untuk menerapkan pola kepemimpinan yang mengutamakan pelayanan, keteladanan, dan manfaat nyata bagi masyarakat. Hal tersebut disampaikannya saat membuka Bimbingan Teknis dan Pelatihan Servant Leadership Tahun 2026 di Aula BKAD Kabupaten Seruyan, Selasa (6/10/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan bekerja sama dengan PT Alfa Quantum Indonesia tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Seruyan meningkatkan kapasitas kepemimpinan aparatur agar mampu membangun organisasi yang profesional, humanis, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan publik. Sebanyak 94 pejabat Eselon III mengikuti kegiatan yang dilaksanakan dalam dua batch.
Baca juga : Tinjau RMU di Pulang Pisau, Gubernur Agustiar Sabran Siap Kawal dan Sukseskan Program Ketahanan Pangan di KaltengDalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa kepemimpinan dalam pemerintahan tidak hanya berkaitan dengan jabatan, kewenangan maupun kemampuan memberikan instruksi. Seorang pemimpin juga dituntut mampu mendengarkan, memahami kebutuhan bawahannya, memberikan teladan, membangun kepercayaan, serta mengembangkan potensi anggota tim untuk mencapai tujuan organisasi.
“Jabatan adalah amanah. Kewenangan adalah amanah, dan setiap keputusan yang kita ambil harus berorientasi pada kepentingan masyarakat,” tegas Bupati. Menurutnya, prinsip tersebut sejalan dengan nilai dasar ASN BerAKHLAK, khususnya dalam memberikan pelayanan yang berkualitas, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif.
Ahmad Selanorwanda menjelaskan, servant leadership bukan berarti seorang pemimpin kehilangan kewibawaan maupun ketegasan. Sebaliknya, konsep tersebut menempatkan kewenangan sebagai sarana untuk membangun tim yang kuat, menyelesaikan persoalan organisasi, serta memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
Ia juga mengingatkan agar materi pelatihan tidak berhenti sebagai pengetahuan di ruang kelas. Nilai-nilai kepemimpinan yang melayani harus diwujudkan dalam perilaku dan budaya kerja sehari-hari, termasuk dalam pola komunikasi, pengambilan keputusan, pengelolaan tim, serta pemberian pelayanan kepada masyarakat.
“Ukuran keberhasilan kepemimpinan dalam pemerintahan pada akhirnya bukan hanya berapa banyak rapat yang kita lakukan, atau berapa banyak program yang kita susun, tetapi seberapa besar manfaat yang benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.
Bupati berharap para peserta mampu membawa tiga hal utama setelah mengikuti pelatihan, yakni pemahaman yang lebih kuat mengenai servant leadership, kemampuan menerapkannya dalam pengelolaan organisasi, serta komitmen untuk menciptakan perubahan nyata di lingkungan kerja masing-masing. Hal ini dinilai penting seiring tuntutan masyarakat terhadap pelayanan pemerintah yang semakin cepat, mudah, transparan, responsif, dan berkualitas.
Sementara itu, Kepala BKPSDM Kabupaten Seruyan dalam laporannya menyampaikan bahwa pelatihan dilaksanakan dalam dua batch. Batch pertama berlangsung 6–8 Oktober 2026 dengan 42 peserta, sedangkan batch kedua dijadwalkan 12–14 Oktober 2026 dengan 52 peserta. Masing-masing batch menjalani pelatihan selama tiga hari dengan 12 sesi yang mencakup materi Landasan Servant Leadership, Keterampilan Pemimpin untuk Pelayanan Publik, serta Penerapan Servant Leadership.
Perwakilan PT Alfa Quantum Indonesia selaku narasumber menyampaikan bahwa kehadiran tim instruktur dalam kegiatan tersebut bukan untuk menggurui peserta, melainkan berbagi pengalaman dalam membangun kepemimpinan yang mampu memberikan pelayanan. “Kami berbagi pengalaman, tidak bermaksud menggurui, tidak bermaksud juga mendikte, tapi berbagi pengalaman bagaimana kami memberi pelayanan, menjadi pemimpin yang melayani juga sebagai seorang abdi masyarakat,” ungkapnya.
Melalui pelatihan tersebut, Pemerintah Kabupaten Seruyan berharap lahir pemimpin-pemimpin aparatur yang mampu mengembangkan budaya kerja kolaboratif, profesional, dan humanis. Penerapan servant leadership secara konsisten diharapkan tidak hanya memperkuat organisasi pemerintahan, tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kualitas pelayanan dan manfaat yang diterima masyarakat Kabupaten Seruyan. (MMCSeruyan/IH)/Edt:UL
Diskominfo Kabupaten Seruyan