Lindungi Kebijakan Guru Perlu Payung Hukum

MMCKalteng - Palangka Raya - Lini pendidikan menjadi salah satu sektor utama, dalam menunjang pembangunan di Kalteng. Banyak kendala serta persoalan, yang terkadang kerap disampaikan oleh jajaran terkait. Tentunya juga menjadi catatan bagi kalangan DPRD Kalteng untuk memberikan imbauan serta tindaklanjut bagi sejumlah aspirasi tersebut.
Hal itu juga diungkapkan Anggota Komisi C Ellisae Lambung, yang juga membidangi pendidikan serta kesehatan. “Kami menilai perlu adanya payung hukum dalam melindungi kebijakan para tenaga pengajar di daerah,” ujarnya kepada awak media, ketika ditemui usai rapat kerja belum lama ini.
Baca juga : Kepedulian Sosial melalui Pasar PenyeimbangDirinya menjelaskan kebijakan itu seperti pemungutan iuran, yang memang bertujuan positif. Sebut saja memang dikhususkan, bagi kepentingan siswa serta sekolah. Pihaknya juga berharap kedepan bisa ada regulasi semacam pergub atau lainnya, agar kebijakan dari sekolah dianggap legal .
Dicontohkannya seperti seorang kepala sekolah, yang memberikan instruksi atau kebijakan terkait iuran tertentu. Namun hal itu tidak dianggap, sebagai Pungutan Liar (Pungli). “Artinya ada semacam aturan yang memperbolehkan pihak sekolah, dalam melaksanakan kebijakannya, tanpa takut terkena sanksi atau persoalan hukum,” ucapnya.
Wakil rakyat dari Dapil V yang meliputi Pulang Pisau dan Kapuas itu juga menilai, terkadang Peraturan Pemerintah dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas), terkadang tidak sinkron atau bentrok, dalam menyikapi adanya iuran dari sekolah. Maka untuk itu sangat wajar apabila ada regulasi daerah, yang mengclearkan persoalan itu.
Intinya aturan yang dibuat, memberikan ruang bagi jajaran di sekolah, dalam menarik iuran, yang tentunya tidak akan terjadi permasalahan kedepan. Terkait itu memang pihaknya mengakui, selama ini iuran menjadi persoalan yang dilematis.
Khususnya bagi para guru sekolah yang notabene bekerja serta mengabdi, dalam memajukan bidang pendidikan. Padahal, ucapnya, sekolah sendiri juga jelas sangat memerlukan tambahan anggaran, dalam mencapai kualitas pendidikan yang baik, serta bergengsi.