RSUD Hanau Perkuat Keselamatan Pasien Saat Darurat
MMCKalteng - Pembuang Hulu - RSUD Hanau merilis video simulasi evakuasi pasien menggunakan Long Spine Board melalui tangga darurat di area rumah sakit, yang dilaksanakan di ruang rawat inap Bengkirai lantai lima, guna meningkatkan kesiapsiagaan tenaga kesehatan menghadapi kondisi darurat melalui proses pemindahan pasien yang aman, cepat, tepat, dan meminimalisir risiko cedera tambahan, Senin (27/4/2026).
Manajemen RSUD Hanau menilai kondisi darurat dapat terjadi kapan saja, baik akibat gangguan teknis, bencana, maupun situasi medis mendesak yang membutuhkan respons cepat dan terukur. Karena itu, kesiapan sumber daya manusia, prosedur yang jelas, serta koordinasi antarpetugas menjadi faktor penting dalam menjaga keselamatan pasien saat evakuasi dilakukan.
Baca juga : Pemberian Remisi pada Hari Raya Waisak 2021 di Lapas Narkotika Kasongan, NihilMelalui video simulasi tersebut, tenaga kesehatan diperlihatkan tahapan demi tahapan proses pemindahan pasien menggunakan Long Spine Board. Alat ini berfungsi menjaga posisi tubuh pasien tetap stabil, terutama bagi pasien yang diduga mengalami cedera tulang belakang, patah tulang, atau trauma serius lainnya. Dengan penggunaan teknik yang benar, risiko perburukan kondisi pasien selama proses evakuasi dapat ditekan semaksimal mungkin.
Dalam tayangan itu, petugas terlihat bekerja secara terkoordinasi saat membawa pasien menuruni tangga darurat. Setiap gerakan dilakukan secara hati-hati, mulai dari proses pengangkatan pasien ke atas papan evakuasi, penguncian posisi tubuh, pengaturan langkah saat menuruni tangga, hingga perpindahan antarpetugas di titik tertentu. Komunikasi antaranggota tim menjadi kunci utama agar seluruh proses berjalan aman dan efektif.
Salah satu tenaga kesehatan yang ikut dalam pembuatan video, Noval, mengatakan bahwa prosedur evakuasi pasien melalui tangga darurat membutuhkan ketelitian tinggi dan kekompakan seluruh tim. Menurutnya, setiap petugas harus memahami posisi serta tanggung jawab masing-masing agar keselamatan pasien tetap terjaga. “Evakuasi pasien melalui tangga darurat tidak bisa dilakukan sembarangan. Semua gerakan harus terukur, komunikasi harus jelas, dan pasien harus tetap stabil dari awal hingga akhir. Karena itu latihan seperti ini sangat penting agar saat kondisi darurat terjadi, kami sudah siap bertindak,” ujar Noval.
Selain keterampilan teknis, simulasi tersebut juga menekankan pentingnya kerja sama tim. Setiap petugas memiliki tugas berbeda, mulai dari memimpin jalannya evakuasi, menjaga kestabilan tubuh pasien, membuka jalur perpindahan, hingga memastikan area tangga aman untuk dilalui. Dengan pembagian peran yang jelas, proses evakuasi dapat berlangsung lebih cepat tanpa mengurangi aspek keselamatan.
Penggunaan tangga darurat dalam simulasi menunjukkan kesiapan RSUD Hanau menghadapi kemungkinan gangguan akses lift atau kondisi lain yang mengharuskan pemindahan pasien melalui jalur alternatif. Oleh sebab itu, latihan berkala dinilai penting agar seluruh personel tetap sigap ketika keadaan darurat benar-benar terjadi.
Video yang dirilis RSUD Hanau diharapkan menjadi media edukasi internal maupun eksternal. Bagi tenaga kesehatan, tayangan ini dapat menjadi bahan pembelajaran dan penyegaran prosedur keselamatan. Sementara bagi masyarakat, video tersebut menunjukkan keseriusan rumah sakit dalam menjaga mutu pelayanan serta keamanan pasien.
RSUD Hanau terus meningkatkan kompetensi sumber daya manusia melalui pelatihan, simulasi, dan evaluasi rutin guna menghadirkan pelayanan kesehatan yang profesional, humanis, dan berorientasi pada keselamatan pasien di setiap kondisi. (Yanor Akhmad/Poster: Tim Medos)/Edt:UL
RSUD Hanau