Bupati Seruyan Pimpin Apel Siaga Darurat Karhutla, Tekankan Kolaborasi Lintas Sektor
MMCKalteng – Kuala Pembuang – Pemerintah Kabupaten Seruyan menggelar Apel Siaga Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta Kekeringan Tahun 2026 di halaman Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Seruyan, Selasa (21/7/2026).
Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda, bertindak sebagai pembina apel yang diikuti unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ditpolairud Polda Kalimantan Tengah, Pos Polisi Air dan Udara, jajaran perangkat daerah, Manggala Agni, KPHP, Balai Taman Nasional Tanjung Puting, TNI-Polri, camat, lurah, kepala desa, dunia usaha, Masyarakat Peduli Api (MPA), relawan kebencanaan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Baca juga : Kasus Harian Covid-19, 11 Agustus 2021 : Sembuh 164 Orang, Konfirmasi 320 Orang. Mari Terus Disiplin Prokes!Dalam amanatnya, Bupati menegaskan bahwa apel siaga bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk kesiapsiagaan seluruh unsur pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi ancaman Karhutla dan kekeringan yang diperkirakan meningkat pada musim kemarau tahun ini. Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Seruyan telah menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan serta Kekeringan Tahun 2026 melalui Keputusan Bupati yang berlaku mulai 1 Juli hingga 31 Oktober 2026 sebagai langkah antisipatif agar seluruh sumber daya dapat digerakkan secara cepat, terarah, dan terpadu.
"Apel siaga ini bukanlah sekadar kegiatan seremonial. Apel ini merupakan bentuk nyata kesiapsiagaan Pemerintah Kabupaten Seruyan beserta seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan serta kekeringan yang diprediksi meningkat pada musim kemarau tahun ini," ujar Bupati.
Ia menambahkan, penetapan status siaga darurat didasarkan pada hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memprediksi sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah, termasuk Kabupaten Seruyan, akan mengalami musim kemarau lebih panjang dengan curah hujan di bawah normal. Kondisi tersebut diperkirakan memicu meningkatnya titik panas, kebakaran hutan dan lahan, serta ancaman kekeringan yang dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat, lingkungan, hingga aktivitas perekonomian.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati menekankan bahwa keberhasilan penanggulangan Karhutla tidak diukur dari besarnya upaya pemadaman, melainkan dari kemampuan seluruh pihak dalam mencegah kebakaran sejak dini.
"Keberhasilan penanggulangan Karhutla tidak ditentukan oleh seberapa hebat kita memadamkan api, melainkan dari sedikitnya kejadian kebakaran yang terjadi dan kemampuan kita mencegah api itu muncul. Karena itu saya mengajak seluruh pihak untuk mengubah pola pikir. Jangan menunggu api muncul, jangan menunggu asap terlihat, jangan menunggu kebakaran meluas, tetapi bergeraklah sebelum semuanya terjadi," tegasnya.
Bupati juga mengajak seluruh masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kepulan asap sekecil apa pun kepada aparat desa, kecamatan, BPBD, TNI, Polri maupun instansi terkait.
Kepada perusahaan perkebunan, kehutanan, dan pelaku usaha yang beroperasi di Kabupaten Seruyan, Bupati meminta agar seluruh Satgas Karhutla perusahaan benar-benar aktif, memastikan kesiapan peralatan pemadaman, embung, sumber air, menara pantau, kendaraan operasional, serta meningkatkan patroli terpadu di wilayah konsesi. Ia menegaskan bahwa tidak boleh ada keterlambatan pelaporan maupun upaya menutupi kejadian kebakaran.
"Karhutla tidak mengenal batas administrasi, api tidak mengenal batas desa, api tidak mengenal batas konsesi. Karena itu penanganannya juga harus dilakukan secara terpadu. Saya tidak ingin ada ego sektoral, saya tidak ingin ada keterlambatan pelaporan, dan saya tidak ingin ada pihak yang menutupi kejadian kebakaran. Kolaborasi bukan pilihan, tetapi merupakan kewajiban," tegasnya.
Pengarahan juga disampaikan kepada Masyarakat Peduli Api (MPA), pemerintah desa, kelurahan, kecamatan, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), BPBD, serta instansi vertikal yang tergabung dalam Satgas Karhutla. Bupati menginstruksikan agar patroli rutin diperkuat, sosialisasi kepada masyarakat terus ditingkatkan, pemantauan hotspot dilakukan selama 24 jam, serta seluruh sumber daya pemerintah, perusahaan, relawan, dan masyarakat dikoordinasikan secara terpadu selama masa siaga darurat.
Kepada seluruh OPD, Bupati mengingatkan bahwa penanganan Karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab BPBD semata, melainkan tanggung jawab bersama seluruh perangkat daerah sesuai fungsi masing-masing. Ia meminta koordinasi lintas sektor berjalan setiap hari selama masa siaga darurat sehingga tidak terjadi keterlambatan informasi maupun penanganan di lapangan.
Menutup amanatnya, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengedepankan prinsip Early Warning dan Early Action agar setiap potensi kebakaran dapat dicegah sebelum berkembang menjadi bencana yang lebih besar.
"Mari kita buktikan bahwa Kabupaten Seruyan mampu menjadi daerah yang tangguh dalam menghadapi ancaman Karhutla dan kekeringan melalui semangat kolaborasi, disiplin, profesionalisme, dan gotong royong. Saya percaya, dengan kebersamaan seluruh unsur pemerintah, dunia usaha, aparat keamanan, relawan, Masyarakat Peduli Api, serta seluruh masyarakat Kabupaten Seruyan, kita mampu menjaga bumi Seruyan tetap hijau, udara tetap bersih, masyarakat tetap sehat, dan pembangunan tetap berjalan," pungkasnya.
Apel Siaga Darurat Karhutla dan Kekeringan Tahun 2026 menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan dalam meningkatkan kesiapsiagaan, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta mengedepankan langkah pencegahan demi mewujudkan Kabupaten Seruyan yang aman bencana, tangguh, dan lestari. (MMCSeruyan/IH)/Edt:UL
Diskominfo Kabupaten Seruyan