Karhutla Mulai Mengancam, BPB-PK Kalteng Intensifkan Patroli Udara dan Darat
MMCKalteng - PALANGKA RAYA – Memasuki puncak musim kemarau, ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Kalimantan Tengah mulai meningkat. Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK) Provinsi Kalimantan Tengah mengintensifkan patroli udara dan patroli darat sebagai langkah deteksi dini untuk mencegah meluasnya kebakaran di berbagai wilayah, Rabu(22/07/2025).
Berdasarkan data harian Pos Komando Penanganan Darurat Bencana (Posko PDB) Karhutla BPB-PK Provinsi Kalimantan Tengah per Selasa (21/7/2026) pukul 18.00 WIB, terpantau 117 hotspot yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah. Pada periode yang sama juga tercatat 30 kejadian karhutla dengan total luas lahan terbakar mencapai 27,09 hektare.
Baca juga : Laboratorium Lingkungan DLH Prov. Kalteng Jadi Laboratorium Prioritas Nasional Binaan KLHKKabupaten Kapuas menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 22 titik, disusul Lamandau 21 titik, Pulang Pisau 17 titik, Sukamara 15 titik, Kotawaringin Timur 10 titik, Barito Selatan 8 titik, Gunung Mas 6 titik, Kotawaringin Barat, Seruyan, dan Kota Palangka Raya masing-masing 5 titik, Barito Utara 2 titik, serta Katingan 1 titik. Sementara itu, Kabupaten Murung Raya dan Barito Timur tidak terpantau adanya hotspot.
Dari sisi kejadian karhutla, Kota Palangka Raya mencatat kasus terbanyak dengan 12 kejadian dan luas lahan terbakar mencapai 7,09 hektare. Selanjutnya Kotawaringin Timur tercatat 4 kejadian seluas 5,25 hektare, Barito Selatan 3 kejadian seluas 7,03 hektare, Murung Raya 3 kejadian seluas 1,26 hektare, sedangkan Kotawaringin Barat, Seruyan, dan Sukamara masing-masing mengalami 2 kejadian. Barito Utara dan Lamandau masing-masing tercatat 1 kejadian.
Untuk mendukung upaya pengendalian karhutla, BPB-PK Provinsi Kalimantan Tengah mengerahkan empat unit helikopter untuk melaksanakan patroli udara di wilayah rawan kebakaran. Selain itu, sebanyak 238 personel gabungan yang terdiri dari BPB-PK, TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD kabupaten/kota, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan unsur terkait lainnya diterjunkan dalam patroli darat serta penanganan di lapangan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK) Provinsi Kalimantan Tengah, Ahmad Toyib mengatakan patroli terpadu terus diperkuat sebagai upaya deteksi dini untuk menekan potensi meluasnya kebakaran selama musim kemarau.
"Patroli terpadu kami lakukan setiap hari untuk memantau wilayah-wilayah yang memiliki potensi tinggi terjadi kebakaran. Begitu ditemukan hotspot atau indikasi titik api, tim di lapangan langsung melakukan pengecekan dan penanganan agar api tidak meluas," kata Ahmad Toyib.
Menurut dia, kecepatan respons di lapangan menjadi faktor penting dalam pengendalian karhutla. Semakin cepat titik api ditemukan, semakin besar peluang kebakaran dapat dipadamkan sebelum meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.
Ahmad Toyib juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar serta menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran, terutama di kawasan yang rawan terbakar.
"Partisipasi masyarakat sangat penting dalam pencegahan karhutla. Apabila menemukan titik api maupun kepulan asap, segera laporkan kepada petugas agar dapat segera ditindaklanjuti. Pencegahan tetap menjadi langkah yang paling efektif dalam menghadapi musim kemarau," ujarnya.
BPB-PK Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat koordinasi bersama TNI, Polri, Manggala Agni, pemerintah kabupaten dan kota, relawan, serta masyarakat untuk mengoptimalkan upaya pencegahan dan penanganan karhutla. Melalui sinergi seluruh pihak, diharapkan potensi kebakaran dapat ditekan sehingga dampak kabut asap selama musim kemarau 2026 dapat diminimalkan. (Foto : PPID BPBPK Kalteng) / Edt: Ek
BPBD PROV KALTENG