Karhutla Kalteng: Operasi Gabungan Diperkuat, Satgas Darat dan Udara Tangani Titik Rawan
MMCKalteng - Palangka Raya – Satuan Tugas Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Dalkarhutla) Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah rawan, khususnya kawasan Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau, serta beberapa wilayah di Kota Palangka Raya, Sabtu (8/8/2026).
Kalaksa BPBPK Provinsi Kalimantan Tengah, Ahmad Toyib menegaskan, penanganan Karhutla harus dilakukan secara terpadu, cepat, dan berkelanjutan. Hal ini penting mengingat sebagian besar lokasi kebakaran berada di lahan gambut yang berpotensi menyimpan bara api di bawah permukaan.
Baca juga : Gubernur Kalteng H. Sugianto Sabran Membuka MUSRENBANG Provinsi Tahun 2018.“Penanganan Karhutla tidak cukup hanya memadamkan api yang terlihat. Pembasahan, pendinginan, dan penyekatan harus dilakukan untuk memastikan tidak ada bara atau titik panas yang kembali memicu kebakaran,” tegasnya.
Menurut Ahmad Toyib, penanganan Karhutla masih menghadapi sejumlah kendala, di antaranya akses menuju lokasi, kondisi lahan gambut dan vegetasi yang kering, serta keterbatasan sumber air. Karena itu, sinergi TNI, Polri, Basarnas, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), BPK, relawan, pemerintah daerah, dunia usaha, dan unsur terkait lainnya sangat diperlukan.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun. Kondisi cuaca dan tingkat kekeringan saat ini dinilai dapat mempercepat penyebaran api. Masyarakat diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau indikasi Karhutla agar dapat ditangani sedini mungkin, dengan tetap mengutamakan keselamatan personel.
Dalam operasi penanganan, Satgas Udara dikerahkan sebanyak empat regu, sedangkan Satgas Darat sebanyak 16 regu. Sebanyak 10 regu diarahkan ke wilayah Tumbang Nusa, satu regu ke Kameloh Baru, satu regu ke Kalampangan, dan empat regu ditempatkan di Pos Komando. Khusus operasi gabungan di Tumbang Nusa, turut dikerahkan 32 regu Satgas Darat untuk memperkuat pemadaman dan penanganan lanjutan.
Di Jalan Tanjung Taruna, Kabupaten Pulang Pisau, Regu Damkar 1 BPBPK Provinsi Kalimantan Tengah bersama unsur TNI melaksanakan pemadaman mulai pukul 08.30 WIB hingga 16.00 WIB. Tim melakukan pemadaman dan pembasahan pada lahan gambut dengan tipe kebakaran atas dan bawah serta vegetasi semak belukar dan pakis. Sumber air berasal dari embung yang dialirkan ke flexi tank untuk mendukung operasi.
Setelah kepala api berhasil dikendalikan, personel melanjutkan penyekatan dan pembasahan guna memastikan tidak terdapat bara maupun asap yang berpotensi memunculkan kembali titik api. Penanganan di lokasi tersebut diperkirakan mencakup sekitar satu hektare lahan. Meski secara umum berhasil dikendalikan, pada beberapa bagian masih ditemukan sisa asap sehingga membutuhkan pemantauan dan pendinginan lanjutan.
Sementara itu, di kawasan Tumbang Nusa, Regu Damkar II BPBPK bersama Tim Basarnas melakukan pemadaman pada lahan gambut dengan vegetasi semak belukar dan pakis sejak pukul 10.12 WIB hingga 15.08 WIB. Dengan memanfaatkan sumber air dari sumur bor, tim berhasil melakukan pemadaman sejauh kurang lebih 70 meter. Namun, masih terdapat bagian api yang belum sepenuhnya padam dan akan ditindaklanjuti pada hari berikutnya.
Di sekitar embung depan Balai Persemaian Bibit Tumbang Nusa, Regu Damkar BPBPK bersama TNI juga melakukan pemadaman dan pembasahan pada lahan sekitar satu hektare untuk mencegah api merambat ke jalan raya. Penanganan dilanjutkan melalui penyekatan dan pembasahan menggunakan air dari embung. Satgas TNI Kodim 1016/Palangka Raya turut menangani kebakaran di belakang Bengkel 99 Tumbang Nusa, dengan sekitar 0,1 hektare dari total 0,5 hektare lahan terbakar berhasil dipadamkan.
Pos Lapangan Jalan Tumbang Nusa melakukan pendinginan pada lahan sekitar 0,55 hektare dan seluruh area dilaporkan telah padam. Sementara itu, Pos BALAKAR 654 melaksanakan patroli pencegahan di sepanjang Jalan Trans Kalimantan. MPA, Manggala Agni, dan BPK juga melakukan patroli, pemadaman, pembasahan, serta sosialisasi larangan pembakaran lahan di wilayah Kameloh Baru, Palangka Raya.
Di wilayah Kalampangan, Regu TSAK melakukan pemadaman Karhutla di Jalan Manunggal dengan luas lahan terbakar sekitar dua hektare dan di Jalan Kahuripan sekitar 0,5 hektare. Sementara itu, MPA Kelurahan Bereng Bengkel bersama unsur terkait menangani Karhutla di Jalan Mahir Mahar, Tumbang Nusa, dengan luas lahan terbakar sekitar 30 hektare yang masih memerlukan penanganan lanjutan.
Berdasarkan pembaruan data BMKG melalui Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut Palangka Raya, Sabtu (8/8/2026), terdeteksi 593 titik panas (hotspot) di Kalimantan Tengah berdasarkan pemantauan satelit pada 7 Agustus 2026. Sebaran terbanyak berada di Kabupaten Kotawaringin Timur sebanyak 149 titik, Kapuas 78 titik, Palangka Raya 59 titik, Pulang Pisau 57 titik, Seruyan 54 titik, dan Sukamara 53 titik. BMKG juga mendeteksi sebaran asap di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
BMKG mengingatkan bahwa kondisi bahan bakar permukaan di sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah pada periode 8–15 Agustus 2026 sangat kering dan mudah terbakar. Potensi curah hujan juga diperkirakan masih minim. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bersama seluruh unsur Satgas Dalkarhutla akan terus memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan melalui pemadaman, pembasahan, pendinginan, penyekatan, patroli, pemantauan titik rawan, serta sosialisasi kepada masyarakat. Masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran lahan dan segera melaporkan setiap titik api agar kebakaran dapat ditangani secara cepat serta tidak meluas. (Dw/Foto:BPBPK)
Dewi Rosmeity