Pemprov Kalteng Perkuat Penanganan Karhutla di Tengah Lonjakan Titik Panas
MMC KALTENG, PALANGKA RAYA — Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK) Provinsi Kalimantan Tengah terus memperketat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Rabu(26/08/2026).
Berdasarkan data harian per Selasa, 25 Agustus 2026 pukul 18.00 WIB, tercatat akumulasi sebanyak 2.110 titik panas (hotspot) dengan 55 kejadian karhutla yang melanda sejumlah wilayah di Bumi Tambun Bungai.
Baca juga : Manfaatkan Bursa Kerja Lewat Palangka Raya Job Fair 2019Kepala Pelaksana BPBPK Provinsi Kalteng, Ahmad Toyib mengungkapkan bahwa lonjakan titik panas di beberapa wilayah terus dipantau secara ketat melalui sistem real-time serta koordinasi intensif bersama tim satgas di lapangan. Hingga saat ini, luas total area yang terdampak karhutla tercatat mencapai 121,23 hektar.
"Penanganan karhutla ini membutuhkan kerja ekstra dan respons cepat. Seluruh personel gabungan bersama armada darat dan udara sudah diposisikan di titik-titik rawan untuk memastikan setiap sebaran api bisa langsung dipadamkan sebelum meluas," tegas Ahmad Toyib saat dikonfirmasi.
Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Provinsi Kalteng yang bersumber dari BRIN dan Sipongi, sebaran titik panas dan kejadian karhutla tertinggi terpantau di Kabupaten Kotawaringin Timur dengan 542 titik panas dan 13 kejadian (24,91 hektar), disusul Kabupaten Kapuas dengan 449 titik panas dan 7 kejadian (16 hektar), serta Kota Palangka Raya dengan 272 titik panas dan 4 kejadian (0,83 hektar).
Sementara itu, wilayah lainnya seperti Katingan, Seruyan, Pulang Pisau, hingga Sukamara juga menunjukkan eskalasi titik panas yang signifikan.
Untuk mengimbangi potensi ancaman tersebut, pemerintah mengerahkan kekuatan udara berupa 5 unit helikopter dan 1 unit pesawat OMC/patroli guna melakukan pengawasan serta water bombing di titik-titik yang sulit dijangkau lewat jalur darat.
Ahmad Toyib menambahkan, penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman fisik di lapangan, tetapi juga dibarengi dengan tindakan tegas terhadap pelanggaran hukum. Hingga laporan ini dihimpun, tercatat ada 12 kasus penegakkan hukum yang sedang berjalan.
Kendati eskalasi titik panas terpantau tinggi di berbagai kabupaten/kota, ia memastikan bahwa situasi kesehatan masyarakat sejauh ini masih terpantau aman dan terkendali. Aktivitas pendidikan di daerah dilaporkan masih berjalan normal tanpa ada sekolah yang diliburkan akibat kabut asap.
"Kami terus mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Kerja sama dan kesadaran bersama adalah kunci utama agar daerah kita tetap aman dan bebas dari dampak kabut asap," pungkasnya. (Foto: PPID BPB-PK Prov. Kalteng) /Edt: EK
BPBD PROV KALTENG