Penanganan Karhutla Kalteng Terus Dimaksimalkan, 13.435 Personel Gabungan Dikerahkan
MMCKalteng – PALANGKA RAYA — Penanganan darurat bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah terus dilakukan secara intensif seiring kondisi yang masih berada pada fase kritis. Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Provinsi Kalimantan Tengah bersama Satuan Tugas (Satgas) Gabungan terus melakukan upaya pemadaman dan pengendalian karhutla di sejumlah wilayah rawan, Minggu (27/9/2026).
Dalam menghadapi peningkatan kejadian karhutla, BPBPK Provinsi Kalimantan Tengah bersama Satgas Gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD kabupaten/kota, relawan, serta organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus bekerja selama 24 jam di lapangan.
Baca juga : Kasus Harian Covid-19 di Kalteng, 7 Juni 2022 : Sembuh 2 Orang, Konfirmasi 0 Orang. Mari Terus Disiplin ProkesSebanyak 13.435 personel gabungan dikerahkan di berbagai titik rawan karhutla untuk melaksanakan pemadaman secara langsung di lapangan sekaligus melakukan pembatasan terhadap penjalaran api agar tidak meluas.
Berdasarkan data harian BPBPK Provinsi Kalimantan Tengah per Sabtu, 26 September 2026, upaya pemadaman darat dalam kurun waktu 24 jam berhasil menangani dan memadamkan karhutla dengan luas mencapai 157,11 hektare.
Data tersebut dihimpun berdasarkan laporan kejadian dan luasan area yang berhasil dipadamkan oleh pemerintah kabupaten/kota yang diterima melalui Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBPK Provinsi Kalimantan Tengah.
Berdasarkan analisis parameter cuaca Fine Fuel Moisture Code (FFMC) dari BMKG, tingkat kemudahan terjadinya kebakaran di sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah saat ini berada pada kategori sangat tinggi atau sangat mudah terbakar (zona merah).
Kualitas udara di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah juga berada pada kondisi tidak sehat hingga berbahaya akibat meningkatnya asap karhutla. Kabut asap menyebabkan penurunan jarak pandang di beberapa daerah dan berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan, khususnya gangguan pernapasan.
Masyarakat diimbau untuk membatasi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker saat berada di luar rumah, serta memberikan perlindungan lebih kepada kelompok rentan, seperti anak-anak, ibu hamil, lanjut usia, dan masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.
Berdasarkan data dan prakiraan BMKG untuk periode 26 September hingga 2 Oktober 2026, terdapat potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir atau kilat dan angin kencang, terutama di wilayah Kalimantan Tengah bagian utara, meliputi Kabupaten Murung Raya, Gunung Mas, Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur, bagian utara Kabupaten Kapuas, serta sebagian wilayah Seruyan, Katingan, dan Kotawaringin Timur.
Masyarakat juga perlu mewaspadai hujan lokal berdurasi singkat, angin kencang atau puting beliung, serta potensi bencana hidrometeorologi lainnya.
Bagi masyarakat yang melakukan aktivitas di wilayah perairan selatan Kalimantan Tengah, kewaspadaan juga perlu ditingkatkan karena tinggi gelombang diperkirakan mencapai 0,5 hingga 1,5 meter.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bersama seluruh unsur Satgas Gabungan terus berkomitmen melakukan penanganan karhutla secara terpadu, mulai dari pemantauan, pencegahan, pemadaman hingga pengendalian penjalaran api. Masyarakat diharapkan turut berperan aktif dengan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran serta segera melaporkan setiap kejadian karhutla kepada petugas atau instansi terkait. (Dw/Foto:Ist)
Dewi Rosmeity