DWP Kalteng Perkuat Soliditas Organisasi melalui Pelantikan Pengurus PAW 2024–2029
MMCKalteng – Palangka Raya – Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Kalimantan Tengah, Aisyah Thisia Agustiar Sabran, melantik Pengurus Pengganti Antarwaktu (PAW) DWP Provinsi Kalimantan Tengah Masa Bakti 2024–2029 di Aula Jayang Tingang (AJT) Lantai II Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Kamis (15/10/2026).
Pelantikan tersebut dirangkaikan dengan Pertemuan Rutin DWP Provinsi Kalimantan Tengah sebagai bagian dari upaya memperkuat koordinasi, soliditas, dan keberlanjutan organisasi.
Baca juga : Bangkitkan Kebudayaan Kalteng Melalui Pertunjukan Aruh Healing Nature For FutureAdapun susunan Pengurus Pengganti Antarwaktu (PAW) DWP Provinsi Kalimantan Tengah Masa Bakti 2024–2029 yang dilantik, yaitu Noor Hermi Yanti Anang Dirjo sebagai Ketua, didampingi Lisda Arriyana Ariyawan sebagai Wakil Ketua I, Selvie Joni Gultom sebagai Wakil Ketua II, dan Eridani Eddy Karusman sebagai Wakil Ketua III. Jabatan Sekretaris diemban oleh Rizky Gamarani Rangga Lesmana, Wakil Sekretaris oleh Eka Mulyaningrum, Bendahara oleh Sari Marlina Agustan Saining, serta Wakil Bendahara oleh Sriwatie Yuas Elko.
Sementara itu, Bidang Pendidikan diketuai oleh Ade Rendy Lesmana dengan Genuk Ishartini Suharno sebagai Wakil Ketua. Bidang Ekonomi diketuai oleh Rosaliyanti Syahfiri dengan Lies Rusansyah sebagai Wakil Ketua. Adapun Bidang Sosial Budaya diketuai oleh Fitri Pajarudinnoor dengan Ema Hermawati Farid Wajdi sebagai Wakil Ketua.
Dalam sambutannya, Aisyah Thisia Agustiar Sabran menyampaikan apresiasi atas terlaksananya pelantikan dan pengukuhan pengurus PAW. Menurutnya, pergantian kepengurusan merupakan mekanisme organisasi yang penting untuk menjaga keberlangsungan program dan memastikan tidak terjadi kekosongan dalam struktur kepengurusan selama masa bakti berlangsung.
Ia berharap para pengurus yang baru dilantik dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, keikhlasan, dan semangat kebersamaan, serta membawa DWP Provinsi Kalimantan Tengah menjadi organisasi yang semakin solid dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Dharma Wanita Persatuan memiliki peran yang sangat penting, tidak hanya sebagai wadah bagi para istri Aparatur Sipil Negara, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya melalui pemberdayaan perempuan dan penguatan ketahanan keluarga,” ujarnya.
Aisyah juga menekankan pentingnya pemahaman anggota DWP terhadap program-program Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Menurutnya, keluarga, khususnya peran istri, memiliki kontribusi penting dalam mendukung pelaksanaan tugas suami sekaligus membangun ketahanan keluarga.
Lebih lanjut, ia mengingatkan pentingnya membangun etika, pola pikir (mindset), dan karakter dalam kehidupan berorganisasi. Ketiga aspek tersebut dinilai menjadi fondasi untuk menciptakan organisasi yang berintegritas, harmonis, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
“Keberhasilan sebuah organisasi tidak hanya diukur dari banyaknya program yang dilaksanakan, tetapi juga dari sejauh mana program tersebut memberikan manfaat nyata dan dirasakan oleh masyarakat,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh pengurus dan anggota DWP untuk memiliki pola pikir terbuka, bersedia menerima masukan, saling menghargai, serta menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi.
Menurutnya, tanggung jawab dalam organisasi bukan hanya berada pada ketua, melainkan menjadi tanggung jawab seluruh pengurus dan anggota sesuai dengan peran masing-masing.
Aisyah berharap DWP Provinsi Kalimantan Tengah dapat terus meningkatkan kapasitas perempuan, mengembangkan keterampilan, serta membentuk pribadi yang berintegritas, beretika, dan berkarakter kuat sehingga mampu menjadi teladan di lingkungan keluarga, organisasi, maupun masyarakat.
Ia turut mengajak seluruh jajaran DWP untuk memperkuat kolaborasi dan semangat gotong royong dalam menjalankan program organisasi agar selaras dengan upaya pembangunan daerah.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Tengah, Linae Victoria Aden, mengajak seluruh pengurus DWP dan ASN perempuan untuk menjaga komitmen, kesetiaan, dan loyalitas dalam mendukung kepemimpinan serta pelaksanaan tugas pemerintahan dan pembangunan daerah. Ia menekankan bahwa loyalitas harus diwujudkan melalui sikap positif, menjaga nama baik organisasi, membangun komunikasi yang baik, menjaga kekompakan, serta bijak dalam menggunakan media sosial.
Selain itu, Linae mengajak anggota DWP berperan aktif dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui edukasi di lingkungan keluarga, mengingatkan keluarga agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta menjaga kesehatan keluarga ketika kualitas udara tidak sehat. Ia juga menekankan pentingnya dukungan istri terhadap tugas dan tanggung jawab suami, baik melalui doa, komunikasi, maupun menjaga keharmonisan keluarga.
“Jadikanlah rumah sebagai tempat pulang yang nyaman bagi suami. Dukungan tersebut juga harus sejalan dengan nilai-nilai integritas, sehingga suami dapat bekerja secara profesional, jujur, dan bertanggung jawab dalam melayani masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Linae menyampaikan harapan Gubernur Kalimantan Tengah agar DWP menjadi organisasi yang solid, aktif, produktif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Setiap kegiatan, menurutnya, harus memiliki tujuan yang jelas, program yang terukur, dan hasil yang dapat dirasakan manfaatnya.
“Keluarga yang kuat melahirkan aparatur yang tangguh. Aparatur yang tangguh menghadirkan pelayanan yang berkualitas, yang menjadi bagian penting dalam mewujudkan Kalimantan Tengah yang semakin berkah, maju, dan sejahtera,” pungkasnya. (IAQ/Foto: Fjn)
Ika Alqinaya