Penyaluran 1.000 Paket Bantuan Pangan, BLT KHBS, Air Bersih, dan Layanan Kesehatan bagi Warga Talio Muara
MMCKalteng – Pulang Pisau – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui penyaluran bantuan pangan Gubernur, bantuan langsung tunai (BLT) melalui Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS), penyediaan air bersih, serta pelayanan kesehatan gratis. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kantor Desa Talio Muara, Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau, Kamis (15/10/2026).
Bantuan diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Edy Pratowo. Sebanyak 1.000 paket bantuan pangan disalurkan, masing-masing terdiri atas beras 5 kilogram, gula pasir 1 kilogram, dan minyak goreng 1 liter. Selain itu, BLT melalui program KHBS diberikan sebesar Rp250.000 per keluarga penerima manfaat (KPM), dengan total penerima sebanyak 127 orang.
Baca juga : BAN-S/M Mitra Strategis Kemenag KaltengDukungan lainnya meliputi penyediaan 4.800 liter air bersih, pemeriksaan kesehatan gratis, serta pembagian masker dan vitamin bagi masyarakat.
Dalam sambutannya, Edy Pratowo menyampaikan bahwa penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari kebijakan Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran untuk membantu masyarakat menghadapi dampak musim kemarau dan karhutla.
“Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui kebijakan Bapak Gubernur turut peduli terhadap keselamatan masyarakat, di antaranya dengan membagikan bantuan pangan, memberikan pengobatan gratis, pemeriksaan gula darah, pembagian air bersih, masker, dan vitamin,” tutur Edy.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah juga terus mengupayakan pemenuhan kebutuhan air bersih melalui penyediaan sarana pendukung, seperti pembangunan sumur dan penempatan tandon air di sejumlah lokasi. Langkah ini dilakukan untuk membantu masyarakat menghadapi dampak musim kemarau, terutama keterbatasan air bersih, gangguan kesehatan, dan hambatan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Edy Pratowo menegaskan bahwa penanganan karhutla membutuhkan sinergi seluruh pihak, baik pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, maupun masyarakat. Kondisi kemarau yang dipengaruhi fenomena El Niño berpotensi memperparah kekeringan dan meningkatkan risiko kebakaran, khususnya di wilayah bergambut.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat agar tetap waspada terhadap dampak kabut asap dan selalu menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah. Masyarakat juga perlu menjaga lingkungan serta menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan,” tegasnya.
Edy juga menyampaikan bahwa Pemprov Kalteng terus mengoptimalkan berbagai program untuk membantu masyarakat menghadapi dampak karhutla. Program tersebut meliputi bantuan pangan, Kartu Huma Betang Sejahtera, pasar murah, pelayanan kesehatan, serta dukungan infrastruktur air bersih.
Sementara itu, Wakil Bupati Pulang Pisau H. Ahmad Jayadikarta, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah atas perhatian serta bantuan yang diberikan kepada masyarakat Kabupaten Pulang Pisau. Menurutnya, bantuan pangan dan Kartu Huma Betang Sejahtera tersebut sangat berarti bagi masyarakat, khususnya dalam menghadapi dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Ia menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau mendukung upaya Pemprov Kalteng dalam memperluas jangkauan program KHBS bagi masyarakat yang memenuhi kriteria penerima manfaat. Program tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat perlindungan sosial di tengah tantangan ekonomi dan lingkungan.
Melalui penyaluran bantuan ini, Pemprov Kalteng menegaskan komitmennya untuk terus hadir memberikan pelayanan dan bantuan kepada masyarakat terdampak karhutla. Sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, perangkat daerah, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat upaya penanggulangan karhutla serta meminimalkan dampaknya, khususnya bagi warga di wilayah rawan kebakaran.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Pulang Pisau, kepala perangkat daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Camat Pandih Batu, Kepala Desa Talio Muara, serta tokoh masyarakat dan warga setempat. (Dw/foto:AD)
Dewi Rosmeity