Angkat Kearifan Lokal Dayak Lewat Riset Herbal, Murid SMKN 4 Palangka Raya Raih Medali Perak ISIF 2026
MMCKalteng - PALANGKA RAYA – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan murid Kalimantan Tengah di kancah internasional. Marzhia Tesalonika, murid kelas X DKV 2 SMKN 4 Kota Palangka Raya, berhasil meraih Medali Perak dalam ajang International Science and Invention Fair (ISIF) 2026 melalui penelitian inovatif yang memadukan potensi tanaman lokal dengan pendekatan ilmiah untuk membantu mencegah anemia. Senin (19/10/2026).
Kompetisi yang diselenggarakan oleh Indonesian Young Scientist Association (IYSA) bersama Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) tersebut berlangsung secara luring di Depok, Indonesia, pada 6–17 Oktober 2026. Keberhasilan Marzhia menjadi bukti bahwa kreativitas dan kemampuan riset murid sekolah menengah kejuruan (SMK) mampu bersaing dalam ajang ilmiah bergengsi.
Baca juga : Lulus Sipencatar Tahun 2020, Calon Taruna/Taruni Transportasi Kemenhub RI Asal Kobar Silaturahmi dengan BupatiDalam kompetisi tersebut, Marzhia meraih penghargaan pada kategori Life Sciences melalui penelitian berjudul Kelaka: The Efficacy of a Combination Infusion of Stenochlaena palustris, Orange Peel, and Lemongrass in Increasing Hemoglobin Levels to Prevent Anemia. Penelitian ini mengangkat kombinasi infus kelakai (Stenochlaena palustris), kulit jeruk, dan serai yang dikaji potensinya dalam meningkatkan kadar hemoglobin untuk membantu mencegah anemia.
Menariknya, penelitian tersebut tidak hanya berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga membawa nilai kearifan lokal masyarakat Dayak ke ruang kompetisi ilmiah. Kelakai, yang dikenal sebagai salah satu tumbuhan pangan lokal Kalimantan, menjadi bagian penting dari gagasan penelitian yang berupaya menghubungkan kekayaan alam daerah dengan inovasi berbasis sains.
Marzhia mengungkapkan, keikutsertaannya dalam ISIF 2026 menjadi pengalaman berharga yang memperluas wawasan sekaligus mengasah kemampuannya dalam mengembangkan penelitian. Menurutnya, kompetisi tersebut bukan sekadar ajang memamerkan hasil karya, melainkan juga kesempatan untuk menguji kualitas penelitian melalui evaluasi dan masukan dari para juri.
“Bisa ikut ISIF 2026 di UI itu pengalaman yang seru dan ngebuka pikiran banget. Di sini kami tidak hanya sekadar unjuk karya, tapi benar-benar diuji oleh juri, mulai dari cara olah data, metodologi, sampai cara kami mengkomunikasikan produknya. Masukan kritis dari para juri bikin saya makin paham apa yang harus diperbaiki supaya karya ini bisa benar-benar bermanfaat,” ungkap Marzhia.
Ia menambahkan, melalui penelitian tersebut, dirinya ingin menunjukkan bahwa tradisi dan pengetahuan lokal masyarakat Dayak memiliki peluang untuk dikembangkan melalui pendekatan ilmiah dan diperkenalkan kepada khalayak yang lebih luas.
“Dengan mengangkat kepercayaan dan tradisi lokal masyarakat Dayak ke kancah nasional dan internasional, saya mau membuktikan kalau hasil riset anak SMK juga bisa bikin perubahan nyata,” tambahnya.
Raih Medali Perak ISIF 2026 ini menjadi pencapaian yang membanggakan bagi Marzhia dan SMKN 4 Kota Palangka Raya. Lebih dari sekadar penghargaan, prestasi tersebut memperlihatkan potensi generasi muda Kalimantan Tengah dalam mengembangkan ide kreatif, melakukan penelitian, serta mengangkat kekayaan lokal menjadi gagasan inovatif yang dapat dikaji dan dikembangkan lebih lanjut.
Keberhasilan ini diharapkan dapat menginspirasi murid lainnya untuk berani mengeksplorasi potensi daerah, mengembangkan kemampuan riset, dan menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat. Dari ruang belajar SMK, Marzhia menunjukkan bahwa kearifan lokal dapat menjadi sumber inspirasi bagi inovasi sains, sekaligus membuka peluang bagi generasi muda Kalimantan Tengah untuk berkontribusi di tingkat nasional maupun internasional. (Rzn/Foto: Ist). /Edt: Ek
Dinas Pendidikan Prov. Kalteng