BPB-PK Prov. Kalteng Terus Perkuat Penanganan Karhutla
MMC KALTENG - PALANGKA RAYA – Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK) Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di seluruh wilayah bumi Tambun Bungai. Langkah ini diambil seiring meningkatnya aktivitas titik panas (hotspot) dan kejadian kebakaran lahan, Kamis, (22/10/2026).
Berdasarkan data Infografis Harian BPB-PK Kalteng hingga Rabu (21/10/2026) pukul 18.00 WIB, tercatat ada 2.467 titik panas dan 85 kejadian karhutla dengan total luas area terbakar mencapai 98,68 hektar.
Baca juga : Penilaian Lapangan Menuju Kota Layak AnakKabupaten Kotawaringin Timur menjadi daerah paling berdampak dengan 32 kejadian karhutla dan luasan terbakar 24,50 hektar. Disusul oleh Kabupaten Seruyan dengan luas terbakar 26,58 hektar dari 7 kejadian, serta Kota Palangka Raya seluas 15,95 hektar dari 8 kejadian.
Guna mengantisipasi perluasan kebakaran dan meminimalkan dampak kabut asap, BPB-PK Kalteng menerjunkan kekuatan penuh di lapangan. Sebanyak 16.387 personel gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, relawan, dan instansi terkait disiagakan di berbagai titik rawan.
Selain penanganan darat, pemadaman dan pemantauan dari udara juga ditingkatkan dengan mengerahkan 7 unit helikopter pemadam serta 1 unit pesawat OMC/Patroli. Langkah tegas juga dilakukan dari sisi hukum, di mana jajaran penegak hukum telah memproses 53 kasus dugaan pelanggaran karhutla.
Maraknya karhutla turut memicu masalah kesehatan dan mengganggu aktivitas warga. Hingga minggu ketiga Oktober 2026, Pusdalops PB mencatat 7.044 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan 1.163 kasus diare.
Di bidang pendidikan, sebanyak 223 sekolah di tingkat kabupaten/kota terpaksa mengalihkan proses belajar mengajar menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) demi keselamatan siswa. Sebagai bentuk kesiapsiagaan, pemerintah provinsi telah menyiagakan 169 lokasi Rumah Oksigen bagi warga yang membutuhkan bantuan pernapasan akibat paparan asap.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPB-PK Provinsi Kalimantan Tengah, Ahmad Toyib, menegaskan pentingnya sinergi antara petugas dan seluruh lapisan masyarakat dalam mengatasi ancaman karhutla ini.
"Masyarakat diminta lebih aktif dalam menjaga lahannya agar tidak terjadi karhutla. Peran aktif dari masyarakat dalam menjaga lahannya sangat penting dalam mencegah terjadinya karhutla demi mewujudkan Kalteng Bebas Kabut Asap" tegas Ahmad Toyib.
BPB-PK Kalteng memastikan koordinasi pemadaman darat dan udara akan terus diperkuat secara intensif hingga kondisi wilayah benar-benar aman dan kondusif. (Foto: PPID BPB-PK Prov. Kalteng/O) /Edt:EK
BPBD PROV KALTENG