Pemprov Kalteng Kerahkan 16.387 Personel Gabungan untuk Percepat Penanganan Karhutla
MMCKalteng – Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Provinsi Kalimantan Tengah bersama Satuan Tugas (Satgas) Gabungan terus mengintensifkan upaya pemadaman dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah rawan pada Sabtu (24/10/2026).
Penanganan karhutla melibatkan 16.387 personel gabungan serta dukungan armada udara berupa sembilan unit helikopter dan tujuh unit pesawat untuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dan patroli udara.
Baca juga : Ben : Masyarakat Diharapkan Patuhi Aturan Selama PSBBPersonel gabungan tersebut terdiri atas unsur TNI dan Polri, BPBD, Manggala Agni/Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KemenLHK), perangkat organisasi perangkat daerah (OPD) provinsi serta kabupaten/kota, termasuk Satpol PP dan Inspektorat, Relawan Masyarakat Peduli Api (MPA), serta tim pemadam dari pihak swasta dan perusahaan.
Berdasarkan Laporan Harian Posko Komando Penanganan Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Kalimantan Tengah, Sabtu (24/10/2026), tercatat 8.048 titik panas (hotspot) dan 55 kejadian karhutla harian. Luas lahan yang terbakar dalam periode 24 jam tersebut mencapai 139,81 hektare, dengan luas penanganan pemadaman yang dilaporkan juga sebesar 139,81 hektare.
Kabupaten Kapuas tercatat mengalami sejumlah kejadian kebakaran dengan ribuan titik panas. Sementara itu, Kabupaten Pulang Pisau juga mencatat ribuan titik panas, disusul Kabupaten Seruyan dengan jumlah yang tak kalah signifikan. Secara akumulatif, deteksi titik panas sejak awal tahun telah mencapai ratusan ribu titik.
Selain berdampak terhadap lingkungan, karhutla juga menimbulkan ancaman bagi kesehatan masyarakat serta mengganggu aktivitas pendidikan. Pada pekan ketiga Oktober, kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) masih menunjukkan angka yang tinggi, dengan jumlah kasus mingguan mencapai ribuan dan akumulasi kasus sejak awal periode pelaporan mencapai ratusan ribu kasus.
Sebagai langkah perlindungan terhadap peserta didik dari paparan asap, sebanyak 223 sekolah di tingkat kabupaten/kota menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Selain itu, sebanyak 253 lokasi rumah oksigen disiagakan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak kabut asap.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus melakukan langkah penanganan dan mitigasi untuk meminimalkan dampak karhutla, terutama terhadap kelompok masyarakat rentan, serta menjaga agar pelayanan publik dan kegiatan masyarakat tetap berjalan sesuai kondisi di lapangan.
Dalam menghadapi kondisi kekeringan dan karhutla, sejumlah daerah di Kalimantan Tengah telah menetapkan status kedaruratan. Status Siaga Darurat Kekeringan berlaku di Kabupaten Seruyan dan Kabupaten Lamandau, sedangkan Kabupaten Pulang Pisau menetapkan Status Tanggap Darurat Kekeringan.
Sementara itu, di tingkat provinsi, Kalimantan Tengah menerapkan Status Tanggap Darurat Karhutla sebagai dasar penguatan koordinasi lintas sektor, mobilisasi sumber daya, serta percepatan penanganan kebakaran di wilayah terdampak.
Berdasarkan analisis meteorologi, indikator Fine Fuel Moisture Code (FFMC) menunjukkan kondisi sangat kering dan sangat mudah terbakar di sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah. Kondisi tersebut meningkatkan risiko munculnya titik api dan mempercepat penyebaran kebakaran, khususnya pada vegetasi yang mengering.
Untuk mempercepat penanganan, operasi karhutla terus dilaksanakan melalui operasi darat, operasi udara, penegakan hukum, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Seluruh langkah tersebut dilakukan secara terpadu dengan mempertimbangkan kondisi lapangan, tingkat kerawanan kebakaran, dan kebutuhan perlindungan masyarakat.
Operasi penanganan karhutla dilakukan melalui pengerahan helikopter water bombing untuk memadamkan titik kebakaran di wilayah prioritas, termasuk Seruyan Hilir dan Taman Nasional Tanjung Puting. Selain itu, Operasi Modifikasi Cuaca terus dilaksanakan menggunakan sejumlah pesawat dengan penyemaian bahan dry ice di wilayah Palangka Raya guna meningkatkan peluang hujan serta membantu mengurangi dampak kekeringan dan kabut asap.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, menghindari pembakaran lahan yang melanggar ketentuan, serta segera melaporkan jika menemukan titik api. Bersama Satgas Gabungan, pemerintah terus memperkuat koordinasi dan mengoptimalkan penanganan karhutla guna melindungi kesehatan masyarakat, menjaga lingkungan, serta meminimalkan gangguan terhadap aktivitas sosial ekonomi. (Dw/Foto:Ist)
Dewi Rosmeity