Wagub Edy Pratowo Hadir di Desa Kujan, Salurkan 1.550 Paket Bantuan Pangan bagi Warga Terdampak Karhutla
MMCKalteng – Lamandau – Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Edy Pratowo menyalurkan bantuan pangan, Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS), serta layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Lapangan GOR Kujan, Desa Kujan, di Kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau, Minggu (25/10/2026).
Bantuan pangan dialokasikan sebanyak 1.550 paket bagi masyarakat di tiga desa, sementara BLT Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS) tahap kedua menyasar 163 keluarga penerima manfaat (KPM). Kegiatan ini juga mencakup pemeriksaan kesehatan gratis, pembagian masker dan vitamin, serta penyediaan air bersih.
Baca juga : Kanwil Kemenkumham Kalteng Laksanakan Kegiatan Percepatan Penghapusan BMNDalam sambutannya, Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Edy Pratowo menyampaikan bahwa bantuan pangan dan BLT KHBS adalah bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat terdampak karhutla.
“Pembagian bantuan pangan dan bantuan langsung tunai Kartu Huma Betang Sejahtera adalah upaya pemerintah untuk meringankan beban masyarakat, khususnya warga Desa Kujan yang terdampak kebakaran hutan dan lahan,” ujar Edy.
Edy menjelaskan, pemadaman karhutla di lahan gambut memerlukan penanganan khusus karena bara api dapat bertahan di bawah permukaan tanah.
“Gambut itu memiliki ketebalan. Ketika di atasnya mungkin hanya terlihat asap, tetapi di bawahnya masih ada bara api yang harus dipadamkan,” jelas Edy.
Edy mengimbau masyarakat menjaga kesehatan, membatasi aktivitas di luar rumah saat kabut asap meningkat, serta berdoa agar hujan segera turun.
“Mari kita berdoa supaya hujan segera turun. Dengan demikian, lahan-lahan usaha maupun kawasan hutan dapat kembali basah sehingga kebakaran hutan dan lahan, khususnya kabut asap, dapat segera diatasi,” pungkas Edy.
Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra mengapresiasi penyaluran bantuan bagi masyarakat dan berharap kegiatan tersebut dapat terus berlanjut untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok.
“Pemerintah Kabupaten Lamandau menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini. Kami berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun, bahkan jika memungkinkan setiap bulan,” ujar Rizky.
Rizky juga menyampaikan bahwa kemarau berkepanjangan dan karhutla telah mengganggu kehidupan masyarakat selama beberapa bulan terakhir.
“Sudah empat bulan masyarakat menghirup asap. Sungai-sungai mulai mengering sehingga masyarakat juga kesulitan mendapatkan ikan dari hasil memancing,” ungkap Rizky.
Rizky berharap kondisi kemarau dan karhutla segera berakhir agar masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan normal.
“Semoga hujan segera turun sehingga kebakaran hutan dan lahan dapat diatasi, kabut asap berkurang, dan masyarakat bisa kembali beraktivitas dengan nyaman serta sungai-sungai kembali terisi air,” tandas Rizky.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Tengah Akhmad Husain dalam laporannya menyampaikan bahwa penyaluran bantuan pangan di Desa Kujan adalah bagian dari program bantuan bagi masyarakat yang terdampak karhutla di Kabupaten Lamandau.
“Penyaluran bantuan pangan bagi masyarakat terdampak karhutla di Desa Kujan, Kabupaten Lamandau, berjumlah sekitar 1.550 paket. Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat yang terdampak karhutla,” papar Akhmad.
Akhmad menambahkan, penanganan dampak karhutla juga mencakup penyaluran BLT KHBS tahap kedua, pelayanan kesehatan gratis, pembagian masker dan vitamin, serta distribusi air bersih.
“Penyaluran air bersih terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama musim kemarau dan karhutla. Hingga saat ini, total air bersih yang telah didistribusikan di seluruh Kalimantan Tengah mencapai sekitar 10 juta liter,” imbuh Akhmad.
Tampak hadir Asisten Administrasi Umum Provinsi Kalimantan Tengah Sunarti, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Tengah Agus Candra, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Tengah Farid Wajdi, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Kalimantan Tengah Aryawan, serta Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertahanan Provinsi Kalimantan Tengah Eddy Karusman. (ARK/Foto:Dni)
ANGGELINA RENTIKA KAROLINA