Kapolda Kalteng Ingatkan Murid tentang Bahaya Jejak Digital, Media Sosial Harus Digunakan untuk Hal Positif
MMCKalteng - PALANGKA RAYA – Perkembangan teknologi digital memberikan kemudahan bagi generasi muda untuk memperoleh informasi dan mengikuti pembelajaran dari mana saja. Namun, penggunaan teknologi juga harus disertai kesadaran dan tanggung jawab. Hal tersebut menjadi salah satu pesan Kapolda Kalimantan Tengah, Iwan Kurniawan kepada murid SMAN 1 Palangka Raya dalam Program Polisi Peduli Pendidikan (POLDIK) yang berlangsung secara virtual dari Aula Serba Guna (ASERNA) Istana Isen Mulang (IMM) Rujab Gubernur, pada Senin (2/11/2026).
Dalam penyampaian materinya, Kapolda mengingatkan bahwa saat ini pembelajaran jarak jauh dapat tetap berlangsung berkat dukungan teknologi digital. Kondisi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa ruang digital dapat menjadi sarana penting dalam mendukung proses pendidikan.
Baca juga : Kasus Harian Covid-19 di Kalteng, 03 Februari 2022 : Sembuh 1 Orang, Konfirmasi 24 Orang. Mari Terus Disiplin ProkesMeski demikian, ia mengingatkan bahwa setiap aktivitas yang dilakukan di ruang digital dapat meninggalkan jejak. Karena itu, murid harus lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan berbagai platform digital.
“Ingat bahwa saat ini ketika kalian melakukan apa pun, maka jejak digital itu tidak akan hilang. Pakailah ruang digital itu untuk hal-hal positif seperti untuk berkarya, berinovasi, dan berkomunikasi dengan orang lain,” pesannya.
Kapolda juga mengingatkan agar waktu yang dimiliki tidak hanya dihabiskan untuk menggulir media sosial atau scrolling tanpa tujuan. Menurutnya, waktu tersebut akan lebih bermanfaat apabila digunakan untuk mencari pengetahuan, memperluas jejaring pertemanan yang positif, dan belajar dari berbagai sumber.
Selain itu, murid juga diminta menjauhi berbagai bentuk kenakalan remaja, seperti tawuran, mabuk-mabukan, penyalahgunaan narkoba, serta kekerasan digital yang dapat berdampak buruk terhadap masa depan.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan generasi muda harus dibangun melalui keseimbangan antara pengetahuan, karakter, kedisiplinan, dan integritas. Teknologi seharusnya menjadi alat untuk meningkatkan kemampuan diri, bukan justru menjadi sumber perilaku negatif (Rzn/Foto: Media Disdik) /Edt: Ek
Dinas Pendidikan Prov. Kalteng