Bantu Warga Hadapi Kemarau, Pemprov Kalteng Bagikan Sembako dan Masker serta Salurkan Air Bersih di Sampit
MMCKalteng – Sampit – Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menggratiskan 4.000 paket sembako dalam kegiatan pasar murah yang digelar di Taman Kota Sampit, Kelurahan Mentawa Baru Hulu, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Jumat (28/8/2026).
Paket sembako tersebut terdiri atas beras 5 kilogram, gula pasir 1 kilogram, dan minyak goreng 2 liter dengan nilai Rp149.500 per paket. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memberikan subsidi sebesar Rp139.500 sehingga masyarakat semestinya cukup membayar Rp10.000. Namun, dalam kegiatan tersebut Gubernur Agustiar Sabran memutuskan paket sembako diberikan secara gratis kepada masyarakat.
Baca juga : Sebanyak 88 Peserta Ikuti Pelatihan Tata Rias“Karena hari ini Jumat, saya bersama Pak Pangdam, Pak Kapolda, dan Pak Bupati sepakat untuk memberikan paket sembako ini secara gratis kepada masyarakat. Mudah-mudahan bantuan ini dapat bermanfaat dan sedikit meringankan kebutuhan masyarakat,” ujar Agustiar.
Gubernur mengatakan, kegiatan pasar murah merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk hadir dan membantu masyarakat, khususnya di tengah kondisi ekonomi dan situasi kemarau yang membutuhkan perhatian bersama.
“Kita harus melihat kondisi dan kebutuhan masyarakat di lapangan. Pemerintah harus hadir dan berbagi sesuai kemampuan yang kita miliki, sehingga bantuan yang diberikan benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang membutuhkan,” katanya.
Selain memberikan bantuan pangan, kunjungan kerja Gubernur bersama Pangdam XXII/Tambun Bungai dan Kapolda Kalimantan Tengah juga difokuskan pada pemantauan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah.
Menurutnya, pemerintah perlu memperkuat sinergi antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dengan pemerintah kabupaten untuk mencegah kebakaran meluas, terlebih saat ini Kalimantan Tengah menghadapi musim kemarau.
“Kita ingin memastikan koordinasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten terus diperkuat, sehingga setiap potensi kebakaran dapat segera ditangani dan tidak berkembang menjadi lebih luas,” jelasnya.
Agustiar mengatakan, kondisi kemarau tahun ini perlu mendapat perhatian serius. Ia meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan pembakaran secara sembarangan.
“Saya mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sembarangan, menjaga kebersihan lingkungan dan pekarangan, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa pencegahan karhutla bukan semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan partisipasi seluruh masyarakat.
“Semua elemen masyarakat harus ikut menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran, karena dampaknya bukan hanya dirasakan hari ini, tetapi juga menyangkut keselamatan lingkungan dan masa depan generasi kita,” ujarnya.
Agustiar menyebut, berdasarkan pemantauan di lapangan, kebakaran yang terjadi saat ini banyak ditemukan pada area semak belukar dan lahan gambut. Karena itu, upaya pencegahan dan penanganan harus dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan.
Sementara itu, Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terhadap masyarakat dan penanganan karhutla di wilayahnya.
“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur dan seluruh masyarakat menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Pak Gubernur, Pak Pangdam, dan Pak Kapolda. Kehadiran beliau membawa manfaat bagi masyarakat, mulai dari bantuan sembako, pasar murah, pangan murah, pembagian masker, hingga bantuan air bersih,” kata Halikinnor.
Halikinnor menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur telah mengerahkan seluruh perangkat daerah untuk membantu penanganan karhutla. Setiap perangkat daerah diminta menyiapkan satu unit mobil tangki untuk mendukung kebutuhan air dalam proses pemadaman.
“Seluruh perangkat daerah kami kerahkan untuk membantu penanganan karhutla. Setiap perangkat daerah kami minta menyiapkan satu mobil tangki agar kebutuhan air untuk pemadaman dapat terpenuhi dan proses penanganan di lapangan bisa lebih cepat,” ujarnya.
Menurutnya, salah satu kendala yang masih dihadapi dalam penanganan karhutla adalah ketersediaan sumber air. Sebelumnya, kebutuhan air dipenuhi dari embung dan hidran yang tersedia, namun persediaannya mulai terbatas. Pemerintah daerah kemudian memanfaatkan sumber air dari Sungai Mentaya.
“Sumber air menjadi salah satu kendala yang kami hadapi. Sebelumnya kami mengambil air dari embung dan hidran yang tersedia, tetapi persediaannya sudah mulai habis. Karena itu, sekarang kami mengambil air langsung dari Sungai Mentaya untuk mendukung kebutuhan pemadaman,” jelasnya.
Halikinnor juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan apabila mengetahui adanya aktivitas pembakaran lahan yang mencurigakan. Ia menilai pencegahan sejak dini sangat penting karena dampak kebakaran dapat dirasakan masyarakat secara luas.
“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama mencegah karhutla. Kalau melihat ada aktivitas pembakaran yang mencurigakan atau ada yang sengaja membakar lahan, segera laporkan kepada petugas. Jangan sampai tindakan satu orang menimbulkan dampak dan kerugian bagi masyarakat luas,” tegasnya.
Selain dukungan armada tangki, Halikinnor berharap adanya tambahan sarana penanganan berupa water bombing untuk menjangkau titik kebakaran yang sulit diakses melalui jalur darat.
“Untuk titik kebakaran yang berada di kawasan yang sulit dijangkau melalui jalur darat, kami masih membutuhkan dukungan water bombing. Kami berharap Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dapat membantu, sehingga titik-titik kebakaran yang sulit dijangkau pasukan darat juga dapat segera ditangani,” harapnya.
Rangkaian kegiatan di Sampit tersebut juga dirangkaikan dengan pembagian 3.000 masker gratis kepada masyarakat serta pelepasan armada bantuan air bersih sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat di tengah musim kemarau.
Turut hadir unsur Forkopimda Provinsi Kalimantan Tengah serta para Kepala Perangkat Daerah Provinsi Kalimantan Tengah terkait. (Rkh/Foto:Mar)
Rikah Mustika