Isen Mulang Kalteng FC Hadir, Gubernur Optimistis Sepak Bola Gerakkan Ekonomi Daerah
MMCKalteng – Palangka Raya – Kehadiran Isen Mulang Kalteng FC di Kalimantan Tengah tidak hanya menandai kembalinya klub sepak bola kasta tertinggi Indonesia ke Bumi Pancasila, tetapi juga membuka peluang tumbuhnya aktivitas ekonomi baru di berbagai sektor. Sepak bola diharapkan menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah sekaligus sarana memperkenalkan potensi Kalimantan Tengah ke tingkat nasional.
Isen Mulang Kalteng FC dijadwalkan berlaga di Super League musim 2026/2027 dengan 17 pertandingan kandang yang akan digelar di Stadion Tuah Pahoe, Palangka Raya. Rangkaian pertandingan tersebut menjadi momentum bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Palangka Raya dan sekitarnya untuk meningkatkan aktivitas usaha seiring meningkatnya mobilitas masyarakat dan suporter.
Baca juga : Dana Perbaikan Jalan Bandeng Sudah Dialokasikan Rp700 jutaPotensi tersebut terlihat dari sejumlah penyelenggaraan kompetisi sepak bola nasional yang mampu menciptakan aktivitas ekonomi di sekitar stadion. Pada gelaran Piala Presiden 2026, misalnya, lebih dari 100 UMKM disebut hadir dalam setiap pertandingan untuk menawarkan beragam produk kepada penonton dan suporter. Kondisi ini menunjukkan bahwa pertandingan sepak bola dapat menjadi ruang bertemunya olahraga dengan aktivitas ekonomi masyarakat.
Bandung menjadi salah satu daerah yang merasakan dampak positif tingginya animo masyarakat terhadap pertandingan sepak bola kasta tertinggi. Kehadiran ribuan suporter tidak hanya menciptakan atmosfer pertandingan yang meriah, tetapi juga memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan penjualan berbagai produk yang berkaitan dengan kebutuhan penonton.
Data menunjukkan sekitar 80 persen suplai produk merchandise di Persib Store berasal dari karya dan produksi pelaku UMKM lokal. Perputaran ekonomi bahkan dapat mencapai hampir Rp500 juta dalam setiap pertandingan. Gambaran tersebut menjadi indikasi bahwa tingginya jumlah penonton dan suporter memiliki potensi besar untuk menciptakan perputaran ekonomi di sekitar penyelenggaraan pertandingan.
Sementara itu, berdasarkan hasil riset BRI Research Institute, kompetisi BRI Liga 1 diperkirakan mampu menghasilkan output perekonomian Indonesia sekitar Rp9 triliun, dengan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sekitar Rp4,8 triliun. Besarnya angka tersebut memperlihatkan bahwa industri sepak bola memiliki keterkaitan yang luas dengan berbagai kegiatan ekonomi.
Tingginya jumlah suporter yang hadir di stadion juga membuka peluang bagi UMKM untuk menjajakan berbagai produk, mulai dari merchandise, makanan dan minuman, hingga kebutuhan lainnya di sekitar area pertandingan. Aktivitas ekonomi tersebut berpotensi melibatkan banyak pelaku usaha, sekaligus memberikan tambahan pendapatan bagi masyarakat yang berada di sekitar lokasi pertandingan.
Potensi keuntungan yang diperoleh pelaku UMKM secara keseluruhan juga diperkirakan mencapai Rp1,8 triliun, dengan tingkat keuntungan yang dapat mencapai dua kali lipat dibandingkan hasil penjualan pada kondisi normal. Peluang serupa diharapkan dapat muncul di Kalimantan Tengah seiring berlangsungnya 17 pertandingan kandang Isen Mulang Kalteng FC sepanjang musim kompetisi.
“Presiden Prabowo selalu berpesan tentang pentingnya koperasi dan UMKM dalam meningkatkan perekonomian daerah. Saya yakin kehadiran Isen Mulang yang akan menjamu tim-tim besar Super League akan menghadirkan denyut nadi ekonomi daerah,” tutur Gubernur usai Launching Tim Isen Mulang Kalteng FC, Sabtu (29/8/2026) malam.
Dampak positif kompetisi sepak bola tidak hanya berpotensi dirasakan sektor UMKM, tetapi juga sektor pariwisata melalui pengembangan sport tourism. Setiap pertandingan kandang berpotensi menghadirkan tim lawan, ofisial, suporter, hingga wisatawan dari berbagai daerah yang secara langsung maupun tidak langsung membutuhkan akomodasi, transportasi, makanan, serta layanan lainnya.
Pertumbuhan ekonomi daerah Kalteng di sektor pariwisata diharapkan turut terdorong dengan kehadiran Isen Mulang Kalteng FC. Mobilitas para pemain, ofisial, suporter, dan wisatawan berpotensi meningkatkan tingkat hunian hotel, penggunaan jasa transportasi, aktivitas kuliner, serta kunjungan ke berbagai destinasi wisata di Kalimantan Tengah.
Peluang tersebut semakin terbuka karena pada Super League 2026/2027 larangan suporter tim tamu atau away supporter telah dicabut. Kebijakan ini memungkinkan suporter dari berbagai daerah untuk datang langsung menyaksikan pertandingan tim kesayangannya di Stadion Tuah Pahoe. Kedatangan mereka sekaligus menjadi peluang untuk memperkenalkan berbagai potensi wisata dan ekonomi kreatif Kalimantan Tengah.
“Kalteng banyak memiliki destinasi wisata menarik yang bisa menjadi perhatian Indonesia dan dunia,” kata Gubernur.
Menurutnya, keberadaan Isen Mulang Kalteng FC harus dimanfaatkan sebagai bagian dari upaya memperkenalkan Kalimantan Tengah secara lebih luas melalui olahraga, sehingga pertandingan tidak berhenti sebagai tontonan, tetapi juga menjadi sarana promosi daerah.
“Isen Mulang itu artinya pantang mundur. Semangat itu harus dibawa dalam setiap pertandingan. Kita ingin Kalteng tidak hanya menjadi penonton, tetapi mampu bersaing dan menunjukkan kemampuan di tingkat nasional,” tegasnya.
Gubernur menambahkan, sepak bola dapat menjadi salah satu sarana strategis untuk mempromosikan potensi Kalimantan Tengah, baik dari sisi pariwisata maupun ekonomi kreatif. Melalui kompetisi kasta tertinggi, destinasi wisata, produk UMKM, kuliner, kerajinan, serta berbagai karya ekonomi kreatif lokal memiliki kesempatan untuk dikenal oleh masyarakat dari berbagai penjuru Indonesia.
Kehadiran pemain-pemain berkualitas, termasuk pemain asing yang memiliki rekam jejak internasional, juga diharapkan dapat membuka ruang promosi yang lebih luas bagi Kalimantan Tengah. Dengan demikian, sepak bola tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga pintu masuk untuk memperkenalkan potensi Kalteng ke tingkat nasional bahkan internasional. Momentum ini diharapkan menciptakan efek berganda bagi perekonomian sekaligus memperkuat citra Kalimantan Tengah sebagai daerah yang memiliki potensi olahraga, pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun dunia. (Dw/Foto:AG)
Dewi Rosmeity