BPB-PK Kalteng Kerahkan 6 Helikopter dan Pesawat OMC Antisipasi Meluasnya Karhutla
MMC KALTENG - PALANGKA RAYA – Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK) Provinsi Kalimantan Tengah mencatat sebanyak 105.019 titik panas (hotspot) terdeteksi di wilayah Kalteng sepanjang periode 1 Januari hingga 8 September 2026.
Berdasarkan data akumulasi Pusdalops PB Provinsi Kalteng hingga Selasa (8/9/2026) pukul 18.00 WIB, total luas area terbakar berdasarkan laporan lapangan kabupaten/kota telah mencapai 9.169,22 hektare dengan total 2.775 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Baca juga : Kakanwil Kemenag Minta Kualitas Layanan DiukurWilayah Kabupaten Kotawaringin Timur mencatatkan jumlah hotspot terbanyak, yakni 20.691 titik dengan luas area terbakar mencapai 2.448 hektare. Posisi berikutnya disusul oleh Kabupaten Kapuas dengan 18.177 hotspot dan luas terbakar 681,4 hektare, serta Kota Palangka Raya dengan 15.229 hotspot dari 574 kejadian karhutla.
Adapun untuk pemantauan harian, terdeteksi sebanyak 879 hotspot baru dengan 56 kejadian karhutla yang membakar area seluas 202,47 hektare dalam sehari.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPB-PK Provinsi Kalteng Ahmad Toyib, menyatakan bahwa tim gabungan terus dioptimalkan di lapangan guna mengendalikan penyebaran titik api agar tidak memicu kabut asap meluas.
"Kami terus mengerahkan segenap sumber daya, baik personel gabungan darat maupun dukungan armada udara, untuk melakukan pemadaman dan pemantauan secara intensif di titik-titik rawan," kata Ahmad Toyib saat dikonfirmasi.
Ia menegaskan, penanganan karhutla dilakukan secara terpadu melalui pemadaman darat, rekayasa cuaca, hingga penegakan hukum bagi pihak yang sengaja membakar lahan. Sinergi antara satgas darat, pemantauan udara, dan kesadaran masyarakat menjadi kunci utama agar titik api dapat dikendalikan sebelum meluas.
Guna mendukung penanggulangan karhutla di seluruh kabupaten/kota, sebanyak 10.700 personel gabungan disiagakan. Operasi darat ini diperkuat dukungan armada udara berupa 6 unit helikopter water bombing dan patroli, serta 1 unit pesawat Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Di sisi penegakan hukum, aparat kepolisian tercatat telah menangani 32 kasus karhutla. Sementara itu, untuk meminimalisasi dampak kesehatan akibat paparan asap, Pemprov Kalteng turut menyiagakan 150 lokasi rumah oksigen bagi masyarakat. (Foto: PPID BPB-PK Prov. Kalteng/O) /Edt: EK
BPBD PROV KALTENG