Hotspot Menurun, Osa Maliki Ingatkan Kewaspadaan Karhutla
MMCKalteng - Pulang Pisau - Hujan yang turun selama beberapa hari di sejumlah wilayah Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, membawa harapan bagi upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Kondisi tersebut seiring dengan tren penurunan titik panas (hotspot) di beberapa wilayah, meskipun kesiapsiagaan tetap diperlukan untuk mengantisipasi potensi kebakaran, terutama di kawasan lahan gambut.
Hal tersebut menjadi salah satu perhatian dalam Rapat Informasi Perkembangan Terkini Penanganan Karhutla yang dipimpin Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pulang Pisau, Osa Maliki, di Kantor BPBD Kabupaten Pulang Pisau, Jumat (30/10/2026).
Baca juga : Pembekalan untuk 118 CPNS dan 272 PTT di Lingkungan Pemkab GumasRapat tersebut dilaksanakan untuk membahas perkembangan situasi Karhutla sekaligus memperkuat koordinasi dan langkah antisipasi di lapangan. Hujan yang mengguyur sejumlah wilayah selama beberapa hari terakhir menjadi perkembangan positif yang diharapkan dapat membantu menekan potensi kebakaran hutan dan lahan.
Meski demikian, kondisi tersebut tidak serta-merta menghilangkan risiko Karhutla. Karakteristik wilayah Kabupaten Pulang Pisau yang didominasi lahan gambut memerlukan perhatian khusus karena potensi kebakaran masih perlu diantisipasi, terutama apabila kondisi cuaca kembali kering.
"Dipandang perlu dilaksanakan rapat koordinasi untuk evaluasi dan menyampaikan informasi serta membahas perkembangan terkini penanganan Karhutla di wilayah Kabupaten Pulang Pisau," ujar Osa Maliki.
Dalam rapat tersebut, seluruh camat se-Kabupaten Pulang Pisau dihadirkan untuk memperoleh informasi terkini sekaligus menyamakan langkah dalam upaya pencegahan dan penanganan Karhutla.
Osa Maliki meminta para camat agar terus meningkatkan kewaspadaan di wilayah masing-masing serta mengaktifkan peran tim siaga di tingkat kecamatan dan desa. Pemantauan kondisi wilayah, koordinasi antarpihak, dan penyampaian informasi secara cepat dinilai penting untuk mengantisipasi munculnya titik api baru.
"Meski hotspot menurun, kita tidak boleh lengah. Pulang Pisau hampir seluruhnya adalah wilayah bergambut yang menjadi prioritas. Kesiapsiagaan harus tetap maksimal," tegasnya.
Penurunan titik panas yang terjadi seiring dengan hujan selama beberapa hari kemarin di sejumlah wilayah diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat upaya pencegahan. Selain membantu membasahi permukaan lahan, hujan juga diharapkan dapat mengurangi potensi munculnya titik api baru.
Namun, kondisi kelembapan lahan gambut tetap perlu diperhatikan karena hujan di suatu wilayah belum tentu membasahi seluruh lapisan gambut secara merata, jelasnya.
Melalui rapat koordinasi tersebut, BPBD berharap sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah kecamatan dan desa, serta unsur terkait semakin kuat dalam menjaga wilayah dari ancaman Karhutla. (MC. Pulang Pisau/Jemy/Barsel)/Edt:UL
Kominfo Pulang Pisau